17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kesabaran warga Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tampaknya telah mencapai batas.

Setelah 17 tahun saluran Daerah Irigasi (D.I) Citarik (Somang Cikadu) tak kunjung berfungsi normal, ratusan warga akhirnya mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Senin (20/7/2026), untuk menagih kepastian, bukan sekadar janji.

Aksi yang didominasi kaum ibu itu menjadi simbol betapa panjangnya penantian masyarakat terhadap pemulihan irigasi yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan petani.

Mereka datang menggunakan mobil odong-odong sambil membawa berbagai spanduk bernada sindiran, menuntut pemerintah segera merealisasikan pembangunan saluran irigasi yang terbengkalai sejak belasan tahun lalu.

Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar infrastruktur yang rusak. Saluran irigasi yang mati telah mengubah wajah pertanian Cikadu. Sawah produktif berubah menjadi lahan tadah hujan, sebagian bahkan beralih menjadi kebun karena tidak lagi memiliki pasokan air.

Perwakilan warga, Neni, mengatakan masyarakat sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian.

“Kami ingin irigasi Somang Cikadu mengalir lagi seperti dulu. Sudah 17 tahun kami menunggu. Sampai saya berangkat kerja ke Arab lalu pulang lagi, kondisinya tetap seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, dampak kerusakan irigasi tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga kebutuhan sehari-hari masyarakat. Air yang dahulu mengalir kini hilang, sehingga aktivitas mandi, mencuci hingga kebutuhan sarana ibadah ikut terdampak.

Senada dengan itu, Koordinator Aksi, Ujang, menegaskan warga tidak lagi membutuhkan penjelasan normatif ataupun janji yang terus diulang setiap tahun.

“Kami datang bukan meminta janji baru. Kami ingin kepastian kapan pekerjaan dimulai. Hari apa, bulan apa, tahun berapa. Selama 17 tahun masyarakat hanya mendengar rencana tanpa melihat realisasi,” tegasnya.

Ujang bahkan mengingatkan komitmen yang pernah disampaikan Asep Japar ketika masih menjabat Kepala Dinas PU pada 2022. Saat itu, menurutnya, terdapat komitmen agar pembangunan D.I Citarik dituntaskan melalui pendanaan pemerintah pusat.

Namun hingga kini, warga menilai pembangunan yang dilakukan masih bersifat parsial dan belum menyelesaikan akar persoalan.

“Padahal, dampak kerusakan irigasi tersebut dirasakan ribuan warga di sedikitnya dua kedusunan, yakni Dusun Cikadu dan Dusun Pasir Biru, termasuk ratusan hektare lahan pertanian yang kehilangan pasokan air,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Wisnu, mengakui D.I Citarik memang menjadi salah satu prioritas penanganan pemerintah daerah.

Menurutnya, kebutuhan anggaran rehabilitasi total mencapai hampir Rp10 miliar sehingga tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD secara penuh. Karena itu, sejak 2022 pemerintah daerah telah mengusulkan pembiayaan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Irigasi Citarik sudah masuk dalam usulan melalui program pemerintah pusat. Untuk tahun 2026 secara administrasi sudah masuk dalam tahapan yang ditetapkan. Namun pelaksanaan fisiknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian,” jelas Wisnu.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi
60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor
Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke
Status Jabatan Dicopot, Pelaku Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi Resmi Ditahan 
Dua Kendaraan Terlibat Tabrakan hingga Ringsek di Parungkuda, Pengendara Alami Luka Berat
Dari Balik Semak, Warga Cisolok Temukan Jenazah Perempuan di Bawah Pohon Pisang
Dugaan Pelecehan Siswi PKL, Bupati Sukabumi Siapkan Langkah Disiplin Sesuai Hasil Hukum
APBD Perubahan Sukabumi Disepakati, Tambahan Rp89 Miliar Fokus Program Prioritas 

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:49 WIB

Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 13:13 WIB

60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor

Jumat, 18 September 2026 - 12:19 WIB

Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke

Kamis, 17 September 2026 - 17:22 WIB

Status Jabatan Dicopot, Pelaku Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi Resmi Ditahan 

Rabu, 16 September 2026 - 15:23 WIB

Dua Kendaraan Terlibat Tabrakan hingga Ringsek di Parungkuda, Pengendara Alami Luka Berat

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam