JURNALSUKABUMI.COM – Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menggelar aksi damai, istighosah, dan doa bersama di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, pada Rabu (24/06/2026). Aksi bertajuk ‘Bersatu Demi Masa Depan’ ini sengaja digelar untuk mendukung keberlangsungan program MBG yang dinilai sangat krusial bagi masa depan anak bangsa.
Aksi damai yang akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diprediksi bakal luar biasa besar. Ribuan massa dari berbagai elemen lintas sektor dipastikan akan “memutihkan” pusat Kota Sukabumi tersebut guna mengetuk pintu langit lewat lantunan doa dan istighosah bersama.
Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Peduli MBG, Yandra Utama Santosa, didampingi Ketua Yayasan Tunas Indonesia Raya (Tidar) Biru Sejahtera, Muhammad Sayid Agil, menyebutkan bahwa estimasi massa yang ikut turun ke jalan dalam aksi damai ini mencapai 10 ribu orang.
Massa yang hadir merupakan satu kesatuan ekosistem yang selama ini terlibat langsung maupun merasakan dampak program. Mulai dari para pemilik dapur/Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG), supplier bahan baku, petani, peternak, nelayan, hingga para penerima manfaat program MBG.
Yandra mengatakan, gerakan ini murni lahir dari keresahan sekaligus aspirasi masyarakat yang peduli terhadap pemenuhan gizi generasi muda. Menurutnya, momen ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk ikut mengawal program strategis nasional tersebut.
“Sudah saatnya kita bergerak berikan dukungan moril terhadap program besar Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia Emas 2045 terwujud. Gizi untuk anak bangsa adalah hal yang utama, maka dari itu MBG harus berlanjut,” tegas Yandra, Selasa (23/06/2026).
Senada dengan Yandra, Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Muhammad Sayid Agil, juga menyoroti pentingnya kebersamaan seluruh pihak demi memastikan roda program ini tidak terhenti. Melalui momentum istighosah ini, dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merapatkan barisan.
“Dalam istighosah ini kami mengajak semua elemen agar program MBG pasca libur sekolah nanti akan terus berlanjut. Terkhusus bagi para relawan, nantinya mereka akan kembali aktif bergerak di lapangan mengawal program ini,” ujar Muhammad Sayid Agil.
Lebih lanjut, Sayid Agil menyoroti bagaimana program ini telah nyata menghidupkan ekonomi rakyat, di mana rantai pasoknya melibatkan langsung hasil bumi para petani, peternak lokal, dan nelayan demi menyuplai kebutuhan dapur SPPG.
Melalui istighosah bersama, seluruh elemen berharap program kemaslahatan ini diberikan kelancaran, kekuatan, dan keberkahan.
Mengantisipasi gelombang massa yang mencapai sepuluh ribu orang tersebut, Yandra mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang akan hadir untuk tetap menjaga kondusivitas serta kesucian jalannya istighosah di pusat kota.
“Ayo kita suarakan aspirasi kita bersama. Namun ingat, tetap jaga kedamaian, kekhusyukan, dan ketertiban. Kita tunjukkan bahwa aksi ini berjalan dengan tertib,” tandas Yandra.
Redaktur: Ujang Herlan












