JURNALSUKABUMI.COM – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menegaskan komitmennya menjadi kampus unggulan dan berdampak melalui Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 UMMI, Jumat (12/6/2026).
Mengusung tema “Akselerasi Transformasi UMMI: Menguatkan Reputasi, Mewujudkan Kampus Unggulan dan Berdampak”, kegiatan tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI Yandri Susanto, pimpinan dan civitas akademika UMMI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan UMMI yang selama 23 tahun konsisten berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Menurut Yandri, peran perguruan tinggi sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga jiwa kewirausahaan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kampus memiliki peran strategis dalam membangun kualitas SDM bangsa. Pengabdian UMMI ke depan tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan entrepreneur yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Yandri di UMMI, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor atau super team dalam menjawab tantangan pembangunan nasional. Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mendukung implementasi program pembangunan desa dan mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui pendekatan Octahelix.
Yandri menegaskan, desa merupakan fondasi pembangunan Indonesia yang perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, berbagai program Kementerian Desa, termasuk gerakan “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia”, dinilai sangat potensial untuk disinergikan dengan perguruan tinggi.
“Banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan kampus. Kami ingin meningkatkan kesadaran dan kapasitas SDM desa melalui kolaborasi yang lebih kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga melontarkan tantangan kepada para mahasiswa untuk berani mengambil peran dalam membangun desa.
“Saya tantang mahasiswa, boleh tinggal di desa tetapi memiliki penghasilan yang sama dengan di kota,” tegasnya.
Momentum Menuju Visi Besar 2042
Sementara itu, Rektor UMMI Reny Sukmawani menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran Menteri Desa dan PDT pada peringatan Milad ke-23 UMMI. Menurutnya, kehadiran menteri menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kampus untuk terus memperluas kolaborasi, terutama dalam mendukung pengembangan desa.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Reny menjelaskan, Milad ke-23 menjadi momentum refleksi perjalanan UMMI menuju visi besar tahun 2042. Saat ini, UMMI tengah berada pada fase penguatan reputasi nasional sebagai tahapan menuju reputasi internasional dan cita-cita menjadi Center of Excellence in Education and Religion.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi, transformasi, dan inovasi yang terus dilakukan kampus.
“Perjalanan ini tentu tidak mudah. Namun dengan semangat kolaborasi, transformasi, dan inovasi, kami optimistis UMMI mampu mencapainya,” katanya.
Reny menambahkan, berbagai capaian yang diraih UMMI hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kampus, mulai dari Badan Pembina Harian, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, Persyarikatan Muhammadiyah, hingga para mitra yang selama ini mendukung pengembangan universitas.
“Seluruh capaian adalah hasil kerja keras, kerja sama, dan kerja ikhlas seluruh keluarga besar UMMI. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan UMMI hingga hari ini,” pungkasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












