Hasil Autopsi: Luka Tusuk Tembus Paru-paru Jadi Penyebab Kematian

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah RZ (30), korban dugaan penganiayaan, mengungkap fakta baru terkait penyebab kematian. Tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH memastikan korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus organ vital.

Jenazah korban tiba di RSUD R Syamsudin SH pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka yang diduga berasal dari kekerasan benda tumpul maupun benda tajam.

“Dari pemeriksaan awal, kami menemukan beberapa jenis luka. Ada luka akibat kekerasan tumpul, serta luka akibat benda tajam,” ujar Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathya, kepada awak media, Minggu (3/5).

Tim forensik kemudian melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Hasilnya menunjukkan adanya luka terbuka akibat senjata tajam yang menjadi faktor utama kematian korban.

“Penyebab kematian berasal dari kekerasan tajam yang posisinya berada di bagian belakang tubuh, tepatnya di punggung. Luka tersebut menembus paru-paru dan juga pembuluh nadi di area dada,” jelasnya.

Luka fatal tersebut menyebabkan perdarahan hebat serta gangguan pernapasan yang berujung pada kematian korban.

Dari hasil autopsi, tercatat sedikitnya terdapat enam luka terbuka akibat benda tajam. Sementara itu, luka akibat kekerasan tumpul juga ditemukan dalam jumlah cukup banyak, berupa luka lecet, memar, hingga robekan di beberapa bagian tubuh.

“Luka terbuka akibat kekerasan tajam kurang lebih ada enam. Untuk kekerasan tumpul, terdapat lecet, luka robek, dan memar dalam jumlah cukup banyak,” ungkapnya.

Terkait waktu kematian, tim dokter forensik memperkirakan korban meninggal dalam rentang dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Perkiraan waktu kematian sekitar dua sampai enam jam sebelum pemeriksaan. Untuk detail kejadian di lokasi, itu menjadi kewenangan pihak kepolisian,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap kronologi lengkap serta pelaku di balik kejadian tersebut.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Truk Box Tertabrak KA Pangrango di Cibadak, Satu Pemotor Tewas
Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri, Remaja Sukabumi Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:16 WIB

Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri, Remaja Sukabumi Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Berita Terbaru