Pantai Selatan Sukabumi Diserbu Wisatawan, Lalu Lintas Padat dan Rekayasa Diberlakukan

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Memasuki H+1 Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan pantai selatan Kabupaten Sukabumi dipadati ribuan wisatawan. Arus kendaraan menuju destinasi unggulan seperti Palabuhanratu terpantau mengalami kepadatan signifikan sejak Minggu siang (22/3/2026).

Lonjakan volume kendaraan membuat antrean panjang tak terhindarkan di sejumlah titik krusial. Waktu tempuh yang biasanya relatif singkat kini membengkak drastis akibat kemacetan yang mengular dari berbagai arah.

Kendaraan wisatawan, didominasi pelat luar daerah, terus berdatangan baik dari arah utara maupun jalur alternatif. Sementara itu, arus balik dari kawasan pantai juga mulai meningkat, memperparah kepadatan di jalur utama.

Untuk mengurai kemacetan, jajaran Satlantas Polres Sukabumi memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Salah satunya di kawasan Pos Pengamanan Gunung Butak.

Anggota Satlantas Polres Sukabumi, Aiptu Kusmanto, menyampaikan bahwa arus kendaraan dari arah pantai dialihkan guna menghindari penumpukan.

“Arus pulang dari laut diarahkan lurus melalui simpang PDAM lewat Pos Gunung Butak,” ujarnya.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di jalur nasional sekitar Exit Tol Parungkuda. Ribuan kendaraan tampak mengantre panjang bahkan sempat terhenti, baik yang menuju Kota Sukabumi maupun ke arah wisata selatan.

Guna menghindari risiko kecelakaan di jalur rawan seperti Cikidang, polisi juga melakukan pengalihan arus bagi kendaraan wisatawan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Yanuar Fajar, menjelaskan bahwa kendaraan yang menuju Palabuhanratu sementara dialihkan melalui jalur Warung Kiara.

“Untuk mencegah penumpukan dan potensi kecelakaan di jalur Cikidang, wisatawan diarahkan melalui jalur Warung Kiara,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Berita Terbaru