JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Sosial Kota dan Kabupaten Sukabumi curhat tentang Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial Republik Indonesia saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor POS Sukabumi, Sabtu (30/05/2020)
Seperti halnya yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi dr Rita Fitrianingsih mengatakan, kuota penerima BST Kemensos di Kota Sukabumi sebanyak 5099. Sedangkan realisasinya baru 60 persen.
“Masih ada selisih, dari kuota penerima dan realisasinya. Sampai saat ini baru 60 persen, tapi tadi ada solusi dari Kemensos akan di usulkan kembali hingga kuota terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Rita, data ganda penerima BST juga menjadi persoalan. Padahal, sebenarnya jika KPM hanya menerima Bantuan dari Provinsi dan kota tidak menjadi permasalah.
“Ternyata, yang tidak boleh itu apabila KPM juga menerima BNPT atau PKH. Selain itu boleh-boleh saja, kami pun sudah sampaikan hal ini kepada masyarakat, termasuk soal data penerima yang meninggal atau pindah tidak diketahui akan kembali disisir,” ujarnya.
Semnetara itu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial Republik Indonesia, Asep Sasa Purnama mengungkapkan, secara keseluruhan penyaluran BST di Kota dan Kabupaten Sukabumi berjalan dengan baik. Hanya saja, masih ada beberapa KPM yang belum menerima dan akan segera diselesaikan.
“Secara umum bagus, kendala awal karena data terlambat, sehingga harus memacu memanfaatkan waktu yang tersisa sehingga bantuan tersampaikan,” tambahnya.
Asep juga meminta kepada Kantor Pos sebagai penyalur BST Kemensos, agar dapat langsung mengantarkannya ke KPM. Karena memang, jika hanya menggunakan metode undangan, bisa saja KPM tidak bisa hadir secara keseluruhan.
“Kepada kantor pos untuk melakukan penyampaian langsung, karena barangkali ketika diundang seperti lansia, sakit dan lainnya. Kami akan menyisir lagi satu hari lagi, kalau memang ada KPM yang tidak ada orangnya jangan diberikan dan melakukan cek ricek lagi,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian || Redaktur: FK Robbi












