Suara Ulama Berhargakah di Rezim Kapitalis?

Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Heni Andriani
Ibu Pemerhati Umat dan Member AMK

Saat ini kondisi umat Islam semakin tidak menentu. Kezaliman terus dirasakan di saat pandemi. Ada rasa ketidak adilan yang dirasakan manakala PSBB diberlakukan tempat peribadatan ditutup dan melaksanakan ibadah semuanya serba di rumah. Namun entah mengapa kali ini penguasa justru memberikan izin buka tempat – tempat usaha besar semisal pusat perbelanjaan, mal, bandara dan tempat lainnya.

Hal ini yang dikemukakan oleh
Anggota Komisi Agama DPR RI John Kennedy Azis mengkritik pemerintah yang tidak konsisten dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). John menyebutkan sejumlah video di media sosial yang menayangkan pusat perbelanjaan atau mal disesaki pengunjung. Sementara tempat ibadah tetap dibatasi.

“Di mal-mal penuh, sementara di masjid tetap dikunci, ada apa di sini? Bapak sebagai Kepala Gugus Tugas ada apa di sini? Di mal Bapak biarkan, di tempat-tempat keramaian yang lain dibiarkan,” kata John dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII dengan BNPB yang disiarkan langsung dpr.go.id, Kamis (12/5).

Sebuah hal yang kontradiktif bagaimana mungkin bisa memutuskan rantai pemutus penyebaran covid – 19 jika yang satu diizinkan buka yang satu diwajibkan untuk berdiam diri dirumah. Maka dengan melihat kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah pandemi ini. Hal ini jika dicermati ada sesuatu yang diuntungkan yaitu para kapitalis sementara yang lain merasa diperlakukan tidak adil.
Adanya kepentingan ekonomi menjadi alasan berbagai pusat perbelanjaan, mal buka di saat penerapan PSBB. Karena para Kapitalis tersebut tidak ingin terus merugi di masa pandemi.
Sungguh ironis.

Hal ini pula yang menjadi pemikiran oleh anggota komisi VIII
DPR RI Lisda Hendrajoni juga melontarkan kritik serupa. Lisda mengkritik kejanggalan koordinasi pemerintah dalam menerapkan PSBB.

“Si A ngomong apa, si B ngomong Apa, jadi masyarakat bingung. Termasuk juga ada keanehan sekali masjid-masjid ditutup, tidak boleh salat di sana, tapi mal-mal tetap dibuka. Aneh sekali,” ujar Lisda.

Menanggapi hal ini kita bisa melihat sikap penguasa bungkam bahkan seolah-olah tidak mau mengindahkan. Posisi umat Islam di negeri ini tidak memiliki peranan besar justru yang ada para ulamanya banyak dikriminalisasi.
Berbagai kebijakan selama ini sama umat ditaati tetapi disisi yang lain ketika para Kapitalis melakukan pelanggaran tidak mendapatkan sanksi seperti halnya yang dialami sekarang. Ketidakadilan ini terus berlangsung dan tentu rakyat yang menjadi korban.

Suara ulama pun nyaris tidak didengar oleh rezim Kapitalis ketika apa yang disampaikan tidak sehaluan dengan mereka. Bahkan dianggap sebagai penentang rezim ini. Namun anehnya ketika suara ulama dibutuhkan untuk mendukung kebijakan sikap penguasa akan merespon secara cepat. Dalam hal ini kedudukan ulama hanya untuk formalitas kebijakan semata.

Kedudukan dan Peran Ulama dengan Penguasa

Penguasa dan ulama sejatinya saling bersinergi. Penguasa menjadikan ulama sebagai guru untuk diminta nasihat atas segala kebijakan yang akan dikeluarkan.
Ketika penguasa melakukan penyimpangan maka disinilah peran ulama untuk meluruskan agar hal tersebut tidak merugikan umat.

Sementara ketika ulama berdiam diri terhadap penyimpangan penguasa niscaya kerusakan akan meluas di tengah masyarakat. Kondisi saat pandemi sekarang seharusnya penguasa, ulama serta umat seharusnya berintrospeksi diri bahwa pandemi ini merupakan sebuah ujian keimanan bagi semua umat manusia. Semakin mendekat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya dengan cara menerapkan hukum-hukum Allah bukan malah sebaliknya.

Islam sebagai agama mulia dan sekaligus sebagai ideologi tentu menempatkan ulama diposisi terdepan sebagai pemberi nasihat, penyampai aspirasi suara umat, meluruskan tatkala penguasa penyimpangan.

Ketika ulama tergelincir dalam jebakan kekuasaan maka hilanglah marwah dan kehormatan di mata umat. Al- imam Ibnu Abdilbarr sebagaimana tercantum dalam Jami Bayt al- ilm wa Fadhlihi mengatakan,
“Para ulama mengibaratkan ketergelinciran ulama itu bagaikan bocornya sebuah bahtera yang jika tenggelam maka banyak juga manusia yang akan tenggelam bersamanya. “

Bahkan jikalau ulama tergelincir dalam fitnah dunia berpotensi menghancurkan Islam itu sendiri.

Maka kita akan melihat ketika Islam masih tegak begitu banyak para ulama yang sangat berhati-hati dalam bujukan penguasa. Ulama saat Islam tegak begitu dihargai tetapi manakala jikalau pun ada penyimpangan penguasa
Mereka rela dipenjara demi mempertahankan kebenaran.

Oleh karenanya ulama saat ini harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip ajaran Islam yang mulia. Karena kedudukannya sebagai pewaris para nabi dimana ulama menjadi tempat rujukan umat dan penguasa.

Membimbing umat demi tegak kembali izzul Islam walmuslimin. Membangkitkan umat, meninggikan kesadaran, membentengi dari berbagai pemahaman yang rusak dan membongkar berbagai kebobrokan sistem buatan manusia.
Senantiasa menyuarakan kebenaran apapun resikonya terlebih di masa pandemi sekarang ini.

Namun mengharapkan suara ulama didengar dan menerima masukan dari mereka sangat nihil di sistem demokrasi kapitalis saat ini. Hal ini karena kedudukan ulama di sistem ini hanya formalitas kebijakan semata.

Wallahu a’lam bishshawab

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam