Cuaca Ekstrem: Cikidang Banjir, Bendungan Gegerbitung Jebol, Cidahu Diterjang Angin

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (31/1/2026), memicu rentetan bencana hidrometeorologi.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan bencana hidrometeorologi tersebar di tiga kecamatan berbeda, yaitu Cikidang, Cidahu dan Gegerbitung.

“Hingga Sabtu malam pukul 22.55 WIB, kami mencatat banjir luapan sungai di Cikidang dan kerusakan bendungan di Gegerbitung akibat tergerus air,” ungkap Daeng dalam keterangan tertulis diterima jurnalsukabumi.com Minggu (1/2/2026).

Dampak paling luas dirasakan warga di Kampung Cikidang Hilir, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang. Banjir mulai merendam pemukiman warga pada pukul 20.30 WIB akibat tingginya debit air kiriman dari hulu sungai.

Kondisi drainase yang tidak mampu menampung volume air menyebabkan air meluap ke area pemukiman di dua RW.

Total terdampak sekitar 21 rumah warga tergenang air yang disebabkan hujan lebat sejak sore hari dan kiriman air dari hulu sungai.

Di lokasi lain, infrastruktur pertanian di Kampung Lembur Sawah, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, mengalami kerusakan parah. Bendungan Leuwibenda dilaporkan jebol pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Struktur bendungan tidak kuat menahan derasnya arus banjir. Daeng memperingatkan bahwa kerusakan ini merupakan ancaman serius bagi sektor pertanian setempat.

“Dampak dari jebolnya Bendungan Leuwibenda ini menyebabkan area pertanian terancam gagal panen karena pasokan air terputus,” tutur Daeng.

Selain banjir dan kerusakan irigasi, angin kencang juga melanda Kampung Babakan Jampang, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu. Sebuah pohon tumbang sempat menutup akses jalan utama desa.

“Beruntung, petugas gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga jalan kembali bisa dilalui,” kata Daeng.

BPBD Imbau Waspada Bencana Susulan

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sukabumi terus menyiagakan personel di lapangan. Mengingat peringatan dini cuaca ekstrem masih berlaku, warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Kami terus melakukan pemantauan melalui jejaring komunikasi radio dan aplikasi kebencanaan, serta berkoordinasi dengan petugas di lapangan,” ujar Daeng

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru