Viral Sopir Ngaku Dibegal dan Diikat di Jalan Lingsel Cisaat, Ternyata Cuma Rekayasa! 

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Beredar video seorang sopir mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) atau Jalan Letkol Eddie Soekardi, Desa Dibilang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/1/2026).

Video berdurasi 1,52 menit yang memperlihatkan seorang pria dalam posisi kaki dan tangannya terikat tali sedang dibuka oleh warga. Video yang viral itu menyebar di platform media sosial dengan berbagai ragam komentar.

Kepolisian Sektor (Polsek) Cisaat Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota langsung menyelidiki perkara tersebut setelah mendapat informasi dari warga. Hingga akhirnya, berhasil meminta keterangan pria yang ada dalam video tersebut.

Pria di dalam video tersebut akhirnya diketahui berinisial N berusia 39 tahun warga di wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Sehari-hari bekerja sebagai sopir.

“Setelah kami menyelidiki, alhamdulillah kebenarannya sudah terungkap. Kejadian pembegalan itu tidak benar, hanya rekayasa,” ungkap Kepala Polsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto kepada awak media Jumat malam.

“Yang bersangkutan sengaja melakukan itu untuk kepentingan pribadi, seolah-olah dirinya dibegal,” sambung mantan Kepala Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.

Yanto menjelaskan hasil pemeriksaan, N mengakui mengikat dirinya sendiri menggunakan tali tambang. Aksinya dilakukan sekitar pukul 04:00 WIB dan diketahui warga sekitar pukul 06:30 WIB.

Jadi dalam rekayasanya N sebagai korban begal tidak ada orang lain yang terlibat. Begitu juga tidak ada uang dan barang seperti handphone yang hilang.

“N mengakui nekat melakukan perbuatannya dengan merekayasa dirinya menjadi korban begal karena terlilit utang. Selain itu dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan,” jelas dia.

“Jadi saya ingin sampaikan lagi, bahwa video dengan informasi korban mengaku dibegal di Jalan Lingkar Selatan wilayah Cisaat yang beredar di media sosial itu tidak benar,” kata perwira pertama berpangkat tiga balok emas.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

DLH Bakal Lakukan Kajian Lingkungan Soal Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung 
Dipimpin Sekda, Sejumlah OPD Gercep Tangani Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung
Lewat Rapat Koordinasi, Sekda Ade Suryaman Minta Perangkat Daerah Sigap Tangani Bencana
Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk
Zona Merah di Palabuhanratu Kembali Bergerak, Satu Rumah Ambruk dan Puluhan KK Terdampak
Langgar Kesepakatan Damai, Kasus Ibu Tiri Aniaya Anak di Jampangkulon Kembali Berlanjut
Retakan Mengintai di Bantargadung, Warga Hidup dalam Bayang-bayang Pergerakan Tanah
Duduk di Tepi Pantai, Ombak Mendadak Seret Wisatawan di Palabuhanratu

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:51 WIB

DLH Bakal Lakukan Kajian Lingkungan Soal Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung 

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:53 WIB

Dipimpin Sekda, Sejumlah OPD Gercep Tangani Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:14 WIB

Lewat Rapat Koordinasi, Sekda Ade Suryaman Minta Perangkat Daerah Sigap Tangani Bencana

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:05 WIB

Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:45 WIB

Zona Merah di Palabuhanratu Kembali Bergerak, Satu Rumah Ambruk dan Puluhan KK Terdampak

Berita Terbaru