JURNALSUKABUMI.COM – Seekor burung dilindungi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dilaporkan menabrak kaca rumah di wilayah Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/1/2026) siang.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, mengungkapkan, ia menerima laporan dari warga terkait seekor burung Elang Jawa menabrak kaca rumah di lantai dua pada Sabtu sekitar pukul 10:00 WIB.
“Akibat menabrak kaca tersebut, burung langka dan dilindungi ini mengalami luka. Saat ini diselamatkan warga,” ungkap Micky sapaan akrab Winda saat dihubungi jurnalsukabumi.com Sabtu malam.
Baca juga :
Ia mengakui sudah melaporkan dan menghubungi petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat di wilayah Sukabumi. Juga ia sudah berkoordinasi dengan para penggiat penyelamatan satwa dilindungi di Sukabumi.
“Mudah-mudahan secepatnya Elang Jawa yang mengalami luka ini dapat secepatnya dievakuasi dan diselamatkan,” harap Micky.
Terbang Bebas di Langit Nusantara
Sebelumnya, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin pelepasan seekor Elang Jawa bernama Raja Dirgantara di kawasan Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, pada Sabtu (13/12/2025).
“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus melindungi hutan dan satwa liar, karena kelestarian mereka adalah cerminan masa depan kita bersama. Mari kita jaga agar Elang Jawa dapat terus terbang bebas di langit Nusantara,” ajak Rohmat dalam siaran pers Kementerian Kehutanan, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan pelepasliaran di kawasan Situgung tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa. Melalui aksi ini, pemerintah secara nyata menunjukkan peran otoritasnya dalam mengamankan satwa hasil sitaan dan mengembalikannya ke habitat alami.
Langkah ini juga menegaskan tanggung jawab negara dalam menjaga kelestarian Elang Jawa, spesies endemis Jawa dan Bali terancam punah berstatus Genting (Endangered).
“Pelepasliaran Elang Jawa hari ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga dan memulihkan kekayaan hayati Indonesia,” ujar Rohmat.
Ia menjelaskan, Elang Jawa, yang dikenal sebagai simbol negara, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan pegunungan.
Dengan melepas kembali satwa langka ini ke habitat alaminya, tidak hanya mengembalikan satu individu ke alam, tetapi juga meneguhkan tekad bangsa untuk melestarikan satwa liar sebagai titipan generasi mendatang.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan











