JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah deretan rumah kokoh di Kampung/Desa Ciheulangtonggoh RT. 02/02, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, masih berdiri sebuah rumah sederhana yang kondisinya sudah lapuk dimakan usia.
Rumah beranyaman bambu itu sudah berusia puluhan tahun, dindingnya yang mulai terkelupas, atap genteng yang bocor, bahkan dipasang tiang penyangga sementara di beberapa titik.
Rumah tersebut ditempati Abah Solehudin (72) bersama anak dan menantunya. Sehari-hari, Abah bekerja serabutan dan kini diperbantukan menjaga sebuah proyek kayu.
Namun, upah yang diterima hanya Rp20 ribu per hari jauh dari cukup untuk memperbaiki rumah yang ditinggalinya.
“Dari kecil, saya sudah tinggal di rumah ini. Sudah sekitar 67 tahun. Kalau hujan sering bocor di banyak titik. Harapannya bisa diperbaiki,” ungkap Abah, Rabu (10/9/2025).
Anak lelakinya pun bernasib sama, bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, sementara menantu perempuan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga untuk menjaga cucunya.
Kondisi ini membuat keluarga Abah semakin sulit untuk memperbaiki rumah agar lebih layak huni. Sehingga terpaksa hidup di tengah keterbatasan.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Cibadak, Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti.
“Kami akan mendeteksi secepat mungkin untuk dilakukan perbaikan dan pengajuan ke pemerintah Kabupaten Sukabumi,” singkat Camat.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












