18 Rumah Terendam Banjir di Sukabumi, Tiga Anak Berhasil Dievakuasi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 22:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hujan deras pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025, menyebabkan banjir limpasan yang merendam setidaknya 18 rumah di Kampung Ciseureuh, Kelurahan Karangtengah, Sukabumi.

 

Peristiwa ini terjadi akibat saluran air yang tersumbat, membuat air meluap hingga mencapai ketinggian 60 sampai 100 sentimeter. Pihak BPBD Kota Sukabumi, bersama warga, bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penanganan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menjelaskan bahwa laporan banjir diterima setelah waktu Isya.

 

“Kami mendapat laporan habis Isya tentang adanya kejadian banjir di Kelurahan Karangtengah,” kata Novian.

 

Ia menambahkan bahwa tim segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga yang terdampak. Situasi sempat genting saat tim BPBD menemukan tiga anak yang terjebak di tengah genangan air.

 

“Tadi juga terjadi adanya tiga anak yang terjebak dan kami bantu evakuasi,” terang Novian.

 

Berkat kesigapan petugas, ketiga anak tersebut berhasil diselamatkan dan dipastikan dalam kondisi aman.

 

Novian menyebutkan, penyebab utama banjir ini adalah saluran air yang tersumbat oleh sampah. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik dan meluap ke pemukiman warga.

 

Saat ini, BPBD bersama warga setempat fokus pada upaya penyedotan air dan pembersihan lumpur.

 

“Sekarang BPBD dibantu dengan warga untuk mengupayakan penyerutan air dan alhamdulillah air sudah berkurang sedikit,” ujar Novian.

 

Proses pembersihan lumpur sisa banjir juga sedang berlangsung agar warga bisa kembali beraktivitas.

 

Berdasarkan data sementara, banjir ini berdampak pada 21 Kepala Keluarga (KK). Di antara mereka, terdapat 8 balita dan 4 lansia yang turut menjadi korban.

 

Warga terdampak saat ini sedang dibantu untuk membersihkan rumah dari sisa lumpur. Pihaknya menegaskan bahwa pendataan dampak masih terus dilakukan.

 

“Untuk dampak masih dalam pendataan dan akan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru