Soroti Dugaan Kelalaian CSR, Dewan Sakura: Masyarakat Jangan Hanya jadi Penonton!

Kamis, 19 Juni 2025 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Rahma Sakura Ramkar, melontarkan kritik keras terhadap dua perusahaan besar di Kecamatan Sukalarang, yakni PT Pratama Abadi Industri dan PT GSI 2, yang dinilai belum optimal menunaikan kewajiban tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar.

Dalam keterangannya, legislator muda dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa keberadaan perusahaan skala besar di tengah masyarakat seharusnya memberikan dampak positif, khususnya di saat kemampuan fiskal daerah sedang mengalami efisiensi besar-besaran.

“Ketika APBD dalam kondisi efisiensi, mestinya pihak swasta hadir dengan program CSR yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan sampai keberadaan mereka hanya jadi pabrik asap tanpa jejak sosial,” ujar Sakura, Rabu (18/6/2025).

Sakura mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Bapelitbangda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. Namun, hingga kini, belum terlihat langkah tegas dari pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan CSR berjalan sebagaimana mestinya.

Yang membuatnya lebih prihatin, salah satu perusahaan bahkan mendapat penghargaan, meski laporan CSR-nya dinilai tidak transparan dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Saya mempertanyakan indikatornya. Bagaimana mungkin perusahaan yang tidak melaporkan CSR selama bertahun-tahun bisa menerima penghargaan? Ini perlu dikaji ulang agar tidak mencederai rasa keadilan publik,” tegasnya.

Sakura juga menyoroti keluhan warga Sukalarang yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih serta tidak tersentuh program pemberdayaan ekonomi, padahal dua pabrik tersebut telah lama beroperasi di wilayah tersebut.

“CSR bukan hanya soal laporan atau seremoni. Tapi soal kehadiran nyata dalam menyelesaikan masalah warga, termasuk air bersih, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan perempuan dan pemuda,” tambahnya.

Politisi muda yang dikenal vokal ini mendesak Pemkab Sukabumi agar tidak ragu memberikan teguran keras, bahkan menjatuhkan sanksi administratif bila diperlukan.

“Kalau tidak ditegakkan, masyarakat akan terus bertanya, ke mana dana CSR itu sebenarnya? Kita tidak ingin warga hanya jadi penonton di rumah sendiri, sementara perusahaan terus beroperasi tanpa kontribusi sosial,” tandasnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Teddy Setiadi Ajak Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum 10 Muharram 1448 H
Sukabumi Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Wabup Andreas Beberkan Kinerja APBD 2025 di DPRD
DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis, Tanah Telantar dan Transportasi Jadi Fokus
Reses Dewan Badot di Bojonggenteng, Infrastruktur dan Pertanian Jadi Prioritas
DPRD Dorong Penguatan UMKM dan Pertanian, Ekonomi Warga Jadi Fokus Reses Dewan Jajah
DPRD Soroti Status Tanah Warga, Aspirasi Mengemuka dalam Reses di Cikakak
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
DPRD Sukabumi Serap Aspirasi Warga Waluran, Infrastruktur Jalan Jadi Keluhan Utama

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:36 WIB

Teddy Setiadi Ajak Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum 10 Muharram 1448 H

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:25 WIB

Sukabumi Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Wabup Andreas Beberkan Kinerja APBD 2025 di DPRD

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:12 WIB

DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis, Tanah Telantar dan Transportasi Jadi Fokus

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:39 WIB

Reses Dewan Badot di Bojonggenteng, Infrastruktur dan Pertanian Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:37 WIB

DPRD Dorong Penguatan UMKM dan Pertanian, Ekonomi Warga Jadi Fokus Reses Dewan Jajah

Berita Terbaru