JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Salah satu penyuluh agama Islam terbaiknya, Hj. Eneng Nurhayati, S.Ag., berhasil melaju ke ajang Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Nasional 2025. Hj. Eneng akan mewakili Jawa Barat dengan gagasan inovatif bertema “Peran Penyuluh Agama dalam Pelayanan Kesehatan Holistik di Klinik Jindan Haris Medika.”
Konsep yang diusung Hj. Eneng berangkat dari pengalaman langsungnya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang terintegrasi dengan pendekatan kesehatan di Klinik Jindan Haris Medika. Program ini menggabungkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan secara medis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah,” ujar Hj. Eneng kepada jurnalsukabumi.com, Senin (16/6/2025).
Perempuan kelahiran Sukabumi, 8 Mei 1969 ini, telah mengabdikan diri sebagai penyuluh agama sejak tahun 2007. Ia memulai karier di KUA Kecamatan Cikidang, dan sejak 2011 hingga kini bertugas di KUA Kecamatan Cibadak. Selain aktif di lapangan, Hj. Eneng juga terlibat dalam berbagai organisasi perempuan dan keagamaan di Kabupaten Sukabumi.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain:
- Pengurus Dharma Wanita Persatuan RSUD Sekarwangi Cibadak
- Pengurus Muslimat NU Kabupaten Sukabumi
- Pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI)
- Pengurus Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JP3M)
- Ketua Himpunan Penyuluh Agama Perempuan (HIPAP)
- Ketua Pemberdayaan Perempuan IPHI Kabupaten Sukabumi
Atas dedikasi dan pengabdiannya, Hj. Eneng Nurhayati warga Jl. Raya Salakopi RT/RW: 002/004, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi ini juga menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, serta pernah dinobatkan sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional Teladan tingkat Kabupaten Sukabumi.
Keikutsertaannya di ajang nasional ini menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan dapat berperan aktif dalam sektor kesehatan. Gagasan kesehatan holistik berbasis keagamaan yang dibawanya diharapkan menjadi model inspiratif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani, rohani, dan spiritual.
Ajang Penyuluh Agama Islam Award sendiri tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga momentum untuk menampilkan inovasi pelayanan keagamaan di tingkat nasional.
Redaktur: Ujang Herlan












