JURNALSUKABUMI.COM – Harapan akan adanya perbaikan jembatan gantung yang merupakan penghubung masyarakat Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, dan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi kini mulai terjawab.
Setelah beberapa kali terputus akibat banjir bandang, jembatan gantung penghubung dua desa tersebut mulai dibangun kembali dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor.
Selama bertahun-tahun, jembatan ini menjadi urat nadi kehidupan warga. Akses penting menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi. Kini, atas prakarsa masyarakat serta dukungan dana zakat dari perusahaan dan karyawan melalui Yayasan Baitul Mal BRILiaN (YBM BRILiaN), pembangunan jembatan kembali digulirkan.

Dana tersebut disalurkan melalui Sasaka Indonesia, lembaga yang telah berpengalaman membangun lebih dari 30 jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Sasaka dipercaya sebagai mitra teknis karena reputasinya dalam menciptakan infrastruktur tangguh dan aman terhadap bencana.
“Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai sesuai jadwal. Tim kami di lapangan bekerja secara intensif untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” ujar Koordinator Tim Sasaka, Mualim Rohman kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (10/6/2025).
Pembangunan ini tidak hanya menjadi solusi atas terputusnya akses fisik, tetapi juga simbol persatuan dan ketangguhan warga. Keterlibatan aktif masyarakat, lembaga zakat, dan mitra teknis menjadikan proyek ini contoh nyata kolaborasi yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.
“Semoga jembatan ini membawa kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang harapan dan masa depan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Mekarmukti ini.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antardesa, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama untuk kembali menghubungkan yang terpisah.
“Dengan semangat kebersamaan, jembatan ini tak hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga membangun jembatan harapan menuju kehidupan yang lebih baik,” tandansya.
Redaktur: Ujang Herlan












