Lumpuh Total, Warga Jampang Terisolasi: Banjir Rusak Jembatan Darurat Cidadap

Senin, 14 April 2025 - 17:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Akses utama yang menghubungkan wilayah Jampang ke Palabuhanratu kini benar-benar lumpuh. Jembatan darurat Cidadap yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung tak lagi bisa dilalui setelah diterjang luapan sungai dan hujan deras sejak Minggu (13/4) sore.

Jembatan yang dibangun sementara untuk menggantikan jembatan utama yang amblas pada Maret lalu kini mengalami pergeseran struktur cukup parah.

Tumpukan sampah dan derasnya arus sungai membuat kondisi jembatan tidak aman untuk dilintasi, bahkan oleh kendaraan roda dua.

“Roda empat sama sekali tidak bisa lewat. Jembatan kami tutup sementara karena terlalu berisiko,” kata Andri, staf lapangan PJN 2.3 Kementerian PUPR, Senin (14/4/2025).

Akibat kerusakan ini, warga dari wilayah Jampang seperti Surade, Cibitung, dan sekitarnya terputus aksesnya menuju Palabuhanratu, pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.

Banyak pengendara yang terpaksa putar balik, sementara yang nekat melintas hanya bisa berjalan kaki atau menuntun motor dengan pengawasan ketat.

“Biasanya saya ke pasar Palabuhanratu tiap Senin buat belanja. Sekarang nggak bisa, harus tunggu bantuan atau kirim barang dari luar,” kata Bu Nani, pedagang sayur dari Cidadap.

Kapolsek Simpenan, AKP Erman, memastikan bahwa jalur alternatif seperti Bagbagan–Kiara Dua juga dalam kondisi siaga karena banjir dan rawan longsor. “Kami imbau warga tidak memaksakan diri. Pengawasan dilakukan 24 jam,” tegasnya.

Kini, warga Jampang benar-benar dalam posisi terisolasi. Jembatan darurat tak bisa digunakan, jalur alternatif penuh risiko, dan hujan masih terus turun.

Di tengah situasi itu, gotong royong kembali jadi kekuatan utama warga. Mereka saling bantu, berbagi informasi, dan berharap segera ada solusi permanen dari pemerintah.

“Bukan pertama kalinya kami terputus. Tapi semoga ini yang terakhir,” ujar Pak Deden, warga Kiara Dua.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru