JURNALSUKABUMI.COM – Antrean panjang warga terlihat di Kantor POS Cabang Kota Sukabumi pada Selasa (18/03/2025) pagi. Warga berdesakan untuk mendapatkan paket sembako murah dalam gelaran Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (18-20 Maret 2025).
Paket sembako yang ditawarkan berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng premium 2 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Harga per paketnya hanya Rp72.000, jauh di bawah harga pasar yang ditaksir mencapai Rp145.800.
Operasi pasar ini dimulai pukul 08.00 WIB setiap harinya. Warga yang ingin membeli paket sembako harus membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan domisili Kota Sukabumi. Setiap pembeli hanya dibatasi satu paket sembako per KTP.
Iin, salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengaku telah mengantre sejak pukul 04.30 WIB. “Iya tadi saya antri sudah disini dari jam setengah lima abis subuhlah langsung kesini, iya perjuangannya lumayan, nunggu hampir 4 jam-an demi dapat sembako murah,” ujarnya.
Satgas Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi), Alita Adila, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi karena adanya kendala teknis pada aplikasi yang digunakan.
“Sebenarnya karena ini kan pakai aplikasinya bukan dari pos. Aplikasinya dari bulog jadi tadi kita sudah mencoba dari jam 7 pagi 7.30 kita coba ternyata agak loading lama. Kan kalau loading lama aplikasi itu kan juga mempengaruhi antrean nah jadi akhirnya kami memutuskan untuk kenapa kita meminta foto kopi KTP karena kita akan menyatukan dengan kuponnya,” jelasnya.
Alita menambahkan bahwa pihaknya meminta fotokopi KTP berwarna agar data yang terbaca di aplikasi Bulog jelas dan akurat. Setelah antrean 1.000 orang selesai, data akan dilaporkan ke Bulog dan ditandatangani oleh pihak kecamatan.
“Kenapa mintanya berwarna terkadang itu kan orang ah bekasan aja nih KTP yang ada di dompet udah renyek-renyek ga kebaca nah nanti takutnya di aplikasi bulog itu ga kebaca KTPnya padahal kita kan perlu KTP jelas ini bener ga orang kota, kota mana kecamatan mana seperti itu,” katanya.
“Nanti kita akhir dinas sore kalau udah selesai 1000 ini kita bikin laporan terus kita bikin ke bulog harus ditandatangani oleh pihak kecamatan nanti ada kecamatan juga,” ungkap Alita.
Harga Rp72.000 per paket sembako merupakan harga yang telah disubsidi sebesar 50 persen. “Harganya Rp72.000 itu udah disubsidi udah dipotong 50 persen harusnya sekitar 142 ribu kalau ga salah,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan






