Korban Penyiraman Air Keras di Nagrak Meninggal Dunia di RSHS Bandung 

Selasa, 14 Januari 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dedeh Kurniasih (46), korban penyiraman air keras yang dilakukan Gagan (59) yang merupakan suaminya sendiri, dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di RSHS Bandung.

Kabar duka itu diterima sekira pukul 21.45 WIB, Senin malam (13/01/2025). Diketahui, almarhumah meninggal dunia setelah melewati perawatan di RSHS Bandung selama dua minggu, dan sudah dilakukan operasi pertama oleh dokter yang menanganinya.

Dihubungi Jurnal Sukabumi Ayi Ratna Dewi anak kandung (korban) membenarkan berita duka tersebut. Padahal beberapa hari ke belakang kondisi almarhumah sudah mulai membaik.

“Ya, betul mamah sudah meninggal malam tadi. Saya di sini semua sangat terpukul, mohon doain mamah ya, semoga almarhumah husnul khotimah,” tambah Ayi terbata-bata.

Saat ini, jasad almarhumah Dedeh Kurniasih sudah disemayamkan di rumah duka di Kampung Dukuhnara RT. 27 RW 05, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi dan rencananya akan di makamkan di TPU Panyindangan.

Terpisah, kabar meninggal juga dibenarkan oleh Kapolsek Nagrak, Polres Sukabumi, Asep Suhriat, SH, MH.

“Informasinya betul meninggal dunia. Saya dapat informasi dari keluarga korban. Saya juga akan langsung melayat ke rumah duka, anggota juga sudah ada yang ke lokasi,” tandasnya.

Sampai berita ini tayang, keluarga, kerabat, Pemdes Pawenang dan tetangga korban terus berdatangan ke rumah duka, untuk berbelasungkawa atas meninggalnya Dedeh Kurniasih.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:23 WIB

Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Berita Terbaru