Pemulihan Pascabencana di Sukabumi, Pj Gubernur Fokus Akses dan Layanan Kesehatan

Kamis, 5 Desember 2024 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengarahkan perhatian pada percepatan akses logistik dan pemulihan layanan kesehatan bagi warga terdampak Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi.

Kunjungan Bey diawali di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, yang menjadi salah satu lokasi pengungsian utama. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan provinsi untuk mempercepat evakuasi, pembukaan jalan, dan distribusi bantuan ke wilayah yang masih sulit dijangkau.

“Kami berkomitmen memastikan evakuasi berjalan lancar, jalan yang tertutup longsor segera dibuka, dan bantuan logistik sampai ke daerah terisolasi,” ujar Bey, Kamis (5/12/2024).

Puskesmas Palabuhanratu, yang sebelumnya terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa, menjadi perhatian khusus. Sebanyak 24 orang sempat terjebak di dalam gedung sebelum berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Bey memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dengan mengalihkan kegiatan puskesmas ke lokasi sementara di Sekretariat Bersama (Sekber) Kelurahan Palabuhanratu.

“Pelayanan sudah dipindahkan ke lokasi yang aman dan dapat diakses oleh masyarakat,” katanya.

Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk jalan provinsi yang amblas di beberapa titik. Bey menjelaskan bahwa pembersihan longsor telah dilakukan, tetapi perbaikan total akan memakan waktu lebih dari satu bulan.

“Jalan yang terputus memerlukan waktu sekitar satu setengah bulan untuk diperbaiki. Kami terus berkoordinasi agar penanganan berjalan optimal,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, melaporkan bahwa dampak bencana tersebar di 30 kecamatan, dengan total 63 titik longsor, 30 titik banjir, dan 15 kejadian angin kencang.

“Sebanyak 167 KK atau 437 jiwa terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, 92 KK (238 jiwa) terpaksa mengungsi. Wilayah Cikembar menjadi salah satu yang paling terdampak,” kata Ade.

Ade juga menyampaikan bahwa satu korban jiwa telah ditemukan, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.

“Situasi ini sangat berat, tapi kami terus berupaya maksimal untuk menangani dampak bencana ini,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Ditunggangi Politik Praktis
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur
Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Berita Terbaru

Pendidikan

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:16 WIB