Keraguan Seorang Pemuda

Jumat, 1 November 2019 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Oksa Bachtiar Camsyah

Jarum jam menunjukkan pukul setengah lima sore. Saya terjebak di sebuah warung bakso, sementara di luar sana rintik hujan nampaknya masih enggan untuk berhenti.

Satu mangkuk bakso bening selesai saya lahap, lengkap dengan kerupuk dan sambal yang cukup menghangatkan badan di tengah cuaca dingin ini. Tapi tiba-tiba, pikiran saya berkecamuk saat membaca sebuah artikel, yang isinya kurang lebih membahas tentang fenomena politik kaum muda.

Kaum muda ini, konon katanya adalah para pembaharu yang akan mencapai puncak akselerasinya di Indonesia pada tahun 2024 mendatang. Sejenak kita tinggalkan topik pembicaraan tentang 2024.

Mengapa demikian ? Karena secara pribadi, saya merasa ada sesuatu yang nampaknya mesti saya bagikan ke ruang publik. Sesuatu yang beberapa waktu belakangan ini cukup mengganggu konsentrasi saya.

Benarkah pemuda Indonesia hari ini sudah pantas untuk memimpin ? Jujur saja, saya agak ragu dengan pernyataan di atas. Secara usia, mungkin saya masih masuk kriteria pemuda, yang artinya secara emosional seharusnya saya menyepakati pernyataan di atas.

Tapi sayangnya, ada sebuah realitas yang saya saksikan, dimana realitas itu mendorong saya kepada sebuah keraguan bahwa apakah pemuda ini benar-benar pantas untuk memimpin negeri sebesar Indonesia.

Baik pada level daerah maupun level kepemimpinan nasional. Gelombang narasi tentang kepemimpinan muda memang nampak cenderung muncul ke permukaan pada beberapa tahun belakangan ini.

Di Perancis kita mengenal Macron. Di Indoneia, saya rasa kawan-kawan dapat menyimpulkannya sendiri. Lantas apa yang saya ragukan itu ? Yang saya ragukan adalah, apakah narasi kepimpinan muda ini diimbangi oleh keseriusan kita dalam memproduksi pemuda-pemuda yang berkualitas itu ?

Keseriusan kita dalam membentuk karakter pemuda yang paham betul tentang respon terbaik apa yang bisa ia lakukan terhadap fakta Indonesia hari ini. Sekitar satu bulan yang lalu, jagat media sosial maupun media mainstream diramaikan oleh riuh rendahnya pemberitaan tentang anggota DPR atau DPRD termuda.

Seakan-akan, takdir yang menempatkan mereka sebagai penyelenggara pemerintahan termuda itu seiring sejalan dengan narasi yang akan mereka bawa ke gedung-gedung rakyat itu. Jujur saja, saya tak pernah memandang usia sebagai parameter perjuangan.

Tapi, nilai apakah yang sebenarnya mereka perjuangkan. Atau jangan-jangan, kaum muda ini justru terjebak dalam gemerlap dunia yang belum mampu ia kendalikan. Secara elektoral, narasi kepemimpinan muda ini memang akan segendang sepenarian dengan wacana bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada beberapa tahun ke depan.

Maka tak ayal, kita banyak menyaksikan narasi kepemimpinan muda itu menjadi alat politik yang cenderung hanya digunakan untuk mendapatkan kursi kekuasaan saja.

Tak lebih dari itu. Partai politik yang seharusnya menjadi wadah kepemimpinan nasional melalui sistem kaderisasi yang matang, nampaknya juga lebih tertarik memperdagangkan kaum muda dalam produk yang sudah ada, tanpa melalui proses pengkaderan yang panjang dan mendalam. Tahu bulatlah jadinya. Padahal, partai politik seharusnya tidak hanya berbicara soal elektabilitas atau popularitas.

Tapi, partai politik juga harus akrab dengan aktivitas _knowledge and character improvement_ bagi setiap kader partainya. Termasuk kaum muda. Sehingga, masuknya kaum muda ke gelanggang itu diiringi dengan semangat yang meyakinkan hati nurani publik, bahwa memang sedang ada nilai yang diperjuangkan.

Kaum muda tidak hanya menjadi komoditas politik yang diperdagangkan tanpa ide. Dan para aktivis mahasiswa yang mulai _shifting_ ke dunia politik praktis, yang tentunya menjadi bagian dari kaum muda itu, haruslah mengawalinya dengan semangat pembaharuan yang konstruktif, bukan sekedar mencari kepuasan pragmatisme belaka. Sukabumi,

31 Oktober 2019.

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam