Marak Praktik Pungli di Pabrik, DPRD Geram dan Bakal Lakukan Hal Ini! 

Senin, 21 Oktober 2024 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Praktik pungutan liar (pungli) yang marak terjadi di lingkungan perusahaan menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Fery Supriadi, mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan orang dalam di balik praktik pungli yang kerap mengganggu para pekerja dan calon pekerja di sejumlah pabrik.

Dalam kunjungannya ke beberapa perusahaan, termasuk PT. GSI, Fery menegaskan pentingnya menutup ruang gerak bagi pelaku pungli. Ia menyebutkan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan pekerja, tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi perusahaan.

“Kami dari Komisi IV sempat menyinggung soal pungli dalam setiap kunjungan ke perusahaan. Kami tekankan agar perusahaan menutup ruang terhadap praktik-praktik pungli semacam ini,” kata Fery, Senin (21/10/2024).

Fery juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa ide dan strategi kepada perusahaan untuk meminimalisir hal itu terjadi. Ia menyambut baik respons positif dari beberapa perusahaan yang berkomitmen untuk menyelaraskan strategi dari DPRD dengan kebijakan internal mereka.

“Kami ingin menciptakan sistem atau komposisi yang dapat menutup ruang gerak praktik pungli, terutama dari pihak manajemen. Tidak menutup kemungkinan pelakunya ada di dalam perusahaan itu sendiri,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, untuk bersama-sama fokus dalam menekan angka pungli. Menurutnya, meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, praktik pungli harus bisa diminimalisir, bahkan dihilangkan.

“Ini saya rasa sudah menjadi budaya sosial yang melibatkan masyarakat luas, kita akan terus berupaya melakukan evaluasi dan kunjungan rutin dengan mitra kerja. Mudah-mudahan bisa menekan angka pungli yang sangat mengganggu ini,” tuturnya.

Saat ditanya tentang persentase praktik pungli di Kabupaten Sukabumi, Fery tidak memberikan angka pasti. Namun, ia mengakui bahwa hal itu sudah lumrah terjadi dan sangat meresahkan.

“Pungli ada, bahkan sangat mengganggu. Kami akan terus berupaya untuk mengatasi hal ini,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Teddy Setiadi Ajak Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum 10 Muharram 1448 H
BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Sukabumi Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Wabup Andreas Beberkan Kinerja APBD 2025 di DPRD
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis, Tanah Telantar dan Transportasi Jadi Fokus

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:36 WIB

Teddy Setiadi Ajak Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum 10 Muharram 1448 H

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:25 WIB

Sukabumi Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Wabup Andreas Beberkan Kinerja APBD 2025 di DPRD

Berita Terbaru