JURNALSUKABUMI.COM – Pertandingan semifinal Persiratu Cup 2024 yang mempertemukan Arekas FC dan Ezra FC harus berakhir lebih cepat dari jadwal akibat kericuhan yang terjadi di tengah laga.
Calon Wakil Bupati Sukabumi nomor urut 2, Andreas, yang turut membuka pertandingan tersebut, menjadi saksi mata insiden yang memaksa laga dihentikan.
Kericuhan bermula ketika seorang pemain dari Ezra FC mendapat kartu merah setelah protes keras kepada wasit, tidak menerima keputusan wasit yang sebelumnya memberinya kartu kuning atas pelanggaran yang dilakukannya. Situasi semakin memanas ketika pemain tersebut mulai menunjukkan sikap agresif.
“Awalnya, pemain Ezra FC protes keras kepada wasit setelah dikasih kartu kuning. Mungkin protesnya dianggap berlebihan, akhirnya wasit langsung mengeluarkan kartu merah,” ungkap Rudi, salah satu penonton asal Palabuhanratu yang turut menyaksikan kejadian tersebut, Selasa (8/10/2024).
Ketegangan di lapangan semakin meningkat saat pemain Ezra FC menabrakkan tubuhnya ke wasit, memicu respons dari penonton yang langsung merangsek masuk ke dalam lapangan.
Dengan cepat, suasana menjadi kacau dan tidak terkendali, meskipun Cawabup Andreas hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut.
“Pemain menubruk wasit, lalu penonton tiba-tiba ikut masuk ke lapangan. Semua jadi tidak terkendali. Padahal ada Pak Andreas yang ikut menonton, sungguh disayangkan,” lanjut Rudi.
Pertandingan yang berlangsung di Lapang Sepak Bola Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, pada Senin sore (7/10/2024), akhirnya terpaksa dihentikan oleh panitia demi menjaga keamanan.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












