Teror Macan di Cikakak: Warga Gandasoli Resah, Ternak Jadi Sasaran

Selasa, 10 September 2024 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, dilanda ketakutan akibat kemunculan seekor macan yang diduga menerkam puluhan hewan ternak.

Entir (60), warga Kampung Cikedok, RT. 03 RW 04, menjadi salah satu korban serangan hewan buas yang diduga macan. Enam ekor domba miliknya tewas dengan luka gigitan di leher. Istrinya pertama kali menemukan dua ekor domba bersimbah darah saat hendak memberi makan pagi-pagi pada Minggu, 8 September 2024.

“Kejadiannya selalu malam. Ada bekas terkaman di leher, jejak kaki, dan darah di sekitar kandang,” ujar Entir.

Ia pun mengalami kerugian mencapai Rp 14 juta dari enam domba yang tewas, yang terdiri dari dua jantan dan empat betina. Bukan hanya Entir, teror macan ini meluas ke tiga kampung di Desa Gandasoli, yaitu Kampung Cikubang, Cikedok, dan Cibereum.

Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan, menyatakan bahwa total 20 ekor domba milik warga telah mati dengan ciri-ciri yang sama: luka gigitan di leher yang diduga akibat serangan macan.

“Sudah sebulan ini warga Desa Gandasoli resah dengan serangan hewan buas, khususnya terhadap ternak warga. Banyak yang melapor ke desa. Total ada 20 ekor domba yang menjadi korban,” ungkap Ece.

Serangan tersebut pertama kali terjadi pada bulan Agustus 2024 dan berlanjut hingga kejadian terakhir pada Minggu, 8 September 2024. Menurut Ece, Desa Gandasoli dikelilingi oleh kawasan perkebunan, hutan Perhutani, dan Gunung Halimun Salak, yang merupakan habitat alami bagi macan tutul dan satwa liar lainnya.

Sebagai langkah penanganan, pihak desa telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelidiki serangan ini.

“Kami sudah berkoordinasi, dan alhamdulillah pihak terkait sudah turun ke lokasi untuk meneliti serangan ini. Mereka sedang meneliti jenis hewan yang menyerang ternak warga,” jelas Ece.

Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian apakah benar macan adalah pelaku di balik serangan ini. Masyarakat pun dibuat was-was, apalagi lokasi desa yang berdekatan dengan hutan dan gunung yang masih asri, memungkinkan interaksi satwa liar dengan lingkungan permukiman.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru