Membaca Paradigma Sukabumi Antara Identitas, Perencanaan dan Lokal Genius

Jumat, 16 Agustus 2024 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Agus Pranamulia
(Budayawan, Dosen Manajemen Universitas Nusa Bangsa Bogor serata Konsultan SDM dan Kelembagaan)

Sukabumi baik kota maupun kabupaten mempunyai identitas sebagai daerah perjuangan, yang mewarisi semangat juang dan keberanian untuk memerdekakan sekaligus membangun daerah dari para pahlawan, utamanya KH. Ahmad Sanusi dan Letkol Didi Sukardi. Warisan ini merupakan modal yang sangat berharaga dalam membangun masyarakat dan daerah Sukabumi.

Perkembangan wilayah Kabupaten Sukabumi berdasarkan kriteria dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menunjukkan bahwa dapat dikatakan sebagai daerah tertinggal (Faruqi, dkk, 2020). Selain sebagai daerah tertinggal, Sukabumi mempunyai kesenjangan pembangunan daerah antara Kabupaten Sukabumi bagian utara dan bagian Selatan.

Perencanaan pembangunan Sukabumi dengan dasar fakta di atas, harus dilakukan dengan mengetahui dan memahami lokus kondisi umum berdasarkan visi, misi, tujuan dan strategi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable, istimroriyah). Perencanaan harus bisa menjawab untuk apa, siapa, dan mengapa pembangunan itu harus dilaksanakan.

Wilayah Sukabumi bagian Utara harus mengembangkan sektor industri, perdagangan dan jasa, serta sektor pertanian baik budi daya (on farm) maupun variasi olahan pasca panen (off farm). Sedangkan pada wilayah Sukabumi bagian Selatan, khususnya Pa-Jampang-an adalah fokus pada sektor pertanian dan perkebunan yang dapat memasok ketahanan pangan untuk daerah Sukabumi dan Jabodetabek.

Untuk sektor budaya, pariwisata dan sektor pertambangan tersebar di seluruh daerah Kabupaten Sukabumi. Tujuan wisata Sukabumi yang begitu lengkap mulai dari wewengkon laut, rimba, sungai, gua dan gunung juga disertai kebudayaan masyarakatnya yang masih eksis sampai hari ini. Peninggalan situs, artefak dan upacara budaya berbasis agraris yang penuh dengan kearifan lokal menjadi modal utama membangun Sukabumi. Kegiatan budaya seperti syukuran nelayan dan petani seperti seren taun, dogdog lojor, ngagondang, Jipeng dan lainnya menjadi sumber peningkatan tambahan pendapatan masyarakat seperti di daerah Bali.

Urutan prioritas (fiqhul aulawiyat) strategi utama pembangunan adalah: Pertama adalah membangun sarana dan prasarana infrastruktur; Kedua, adalah mengoptimalkan pengembangan potensi sumberdaya berbasis lokal dan ketiga adalah meningkatkan kesejahteraan sosial.

Sudah saatnya calon-calon Pemimpin dari mulai Bupati, Walikota, Kepala Dinas, Camat, Lurah, Kepala Desa dan kelembagaan masyarakat dan adat mempunyai ide, gagasan serta program yang baik dan berkelanjutan sebagai realisasi dari QS. Al-Hasyr ayat 18. Wallahu a’lam bishowwab!. (*).

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru