Hingga Gunakan Drone, Pelaku Pembacokan di Jayanti Palabuhanratu Terus Diburu

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mustopa alias Opa, penderita gangguan jiwa yang diduga membacok Yamin Suryadi (57) di Kampung/Desa Jayanti, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih terus diburu warga dan aparat kepolisian.

Kepala Desa Jayanti, Nandang, menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dan melibatkan drone untuk memperluas area pencarian.

“Pencarian ini luar biasa, sampai menggunakan drone. Ini artinya semua pihak sungguh-sungguh berusaha untuk menangkap Opa,” ujar Nandang, Selasa (9/7/2024).

Kejadian tragis ini terjadi tiga hari lalu ketika Yamin Suryadi terkena bacokan oleh Opa. Sebelum bacokan terjadi, Yamin sempat berduel dengan Opa yang tiba-tiba mendobrak dapurnya.

“Dalam duel tersebut, Opa yang membawa dua golok melukai Yamin di bagian kepala, jidat, dan bibir dengan total luka yang memerlukan 13 jahitan,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Roni Haryanto, menyatakan bahwa pencarian terhadap Opa sudah dilakukan sejak hari Sabtu lalu.

“Kami bersama perangkat desa melakukan pencarian setiap malam. Setiap ada informasi dari warga, kami langsung tindaklanjuti,” katanya.

Pencarian dilakukan di sekitar kantor BMKG menggunakan drone, namun hasilnya masih nihil. Informasi terbaru menyebutkan bahwa Opa terlihat di seputar jalan Cisaat, Desa Cirarik, tetapi setelah diperiksa, orang tersebut ternyata bukan Opa, melainkan orang gila lain yang mirip dengannya.

“Sampai dialokasi nihil hanya kemiripan saja, setelah di trek rupanya orang tersebut bukan opa melainkan orang gila lain,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru