JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, menyebutkan nilai inflasi sampai November 2023 relatif masih aman dan terkendali.
Meski demikian, berbagai program penanganan inflasi terus dilakukan seperti, Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan.
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani menerangkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai inflasi pada Oktober 2023 perhitungan secara month to month (m-to-m) sebesar 0,05, persen.
Menurutnya, yang terpenting dalam pengendalian inflasi adalah Bappeda bersama dinas dan lembaga lainya, terus melakukan analisa terhadap sumber atau potensi tekanan. Serta melakukan inventarisasi data dan informasi perkembangan harga barang dan jasa secara umum.
“Termasuk, menganalisis stabilitas permasalahan perekonomian daerah, yang dapat mengganggu stabilitas harga dan keterjangkauan barang dan jasa,” jelasnya.
Sementara, dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, beberapa komoditas menunjukan alami kenaikan harga.
Seperti, cabai merah TW semula Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kg, cabai merah besar dari Rp48 ribu menjadi Rp55 ribu per kg, cabai rawit merah yang hargnaya saat ini tembus diangka Rp80 ribu pr kg, cabai merah keriting keriting dari Rp52 ribu menjadi Rp60 riu per kg, buncissemula Rp20 ribu kini diangka Rp25 ribu per kg.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana






