JURNALSUKABUMI.COM – Direktur Hukum TNI AD Brigjen Ateng Karsoma mengajak kepada seluruh mahasiswa STAI Al-Masturiyah untuk menjauhi paham radikalisme.
Pesan dari perwira tinggi TNI AD ini saat dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan studium general STAI Al-Masturiyah. Kegiatan yang bertemakan Indonesia Aman Indonesia Bebas Radikalisme.
Dalam materinya ia memberikan pemahaman nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia dengan mengajak mahasiswa untuk tidak melupakan sejarah dan mengikuti trend permasalahan dunia lima tahun ke depan.
Kemudian memberikan edukasi tentang ciri-ciri dan cara menghadapi orang yang terpapar paham radikalisme. Maka dari itu, ia meminta mahasiswa dan kampus bisa menjadi benteng negara dari penyebaran paham radikalisme.
Perwira yang merupakan lulusan Akmil 1996 ini menjelaskan bahwa mahasiswa adalah masa d imana mereka mencari dan menemukan identitas atau jati diri sehingga pemahamannya harus dibentengi sejak dini.
“Mahasiswa ini adalah masa peralihan dari pelajar ke tingkat lebih atas, pada peralihan ini rawan terpapar atau terkontaminasi paham radikalisme salah satunya bisa dilihat di media sosialnya banyak yang tidak membentengi diri,” tambahnya.
Untuk mencegah agar paham radikalisme tidak berkembang di kalangan mahasiswa. TNI tak henti-hentinya mengingatkan mahasiswa untuk tidak anggap sepele paham berbahaya ini. Bersihkan kampus dari radikalisme, fokus terhadap apa yang dicita-citakan dan jangan mudah terbawa arus.
Di sisi lain, Internet menjadi salah satu media penyebar terbesar di dunia, tentunya harus bijak dalam memanfaatkannya jangan sampai mudah termakan oleh hasutan-hasutan yang tidak bertanggung jawab.
Paling penting yang harus tertanam di jiwa sebagai rakyat Indonesia adalah yakin pada kebenaran Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara. Sisipkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air di setiap kesempatan, jangan mudah terpengaruh budaya asing dan arus globalisasi
Kemudian untuk cara pencegahan lainnya dengan menyibukkan diri, berprestasi tanpa melupakan agama dan menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan fokus terhadap apa yang dicita-citakan.
Reporter: Sri Rahayu | Redaktur: AA Rohman






