Cuaca Panas Berbuah Keuntungan Bagi Pengrajin Ikan Asin Cilegok Ciemas

Sabtu, 22 Juli 2023 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nendi (32) pengolah ikan asin asal Kampung Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi membeberkan produksi ikan disaat musim panas tiba.

Nendi mengaku, Cuaca panas di wilayah Selatan Sukabumi membawa berkah tersendiri bagi dirinya. Biasanya, di kawasan Kampung Pesisir. Estimasi waktu untuk memproduksi ikan asin memerlukan waktu selama empat  hari.

Cuaca panas dan terik, merupakan salah satu faktor pendukung produksi ikan asin meningkat. Karena hanya membutuhkan waktu setengah hari. Bahkan untuk jenis ikan besar cuma membutuhkan waktu  dua hari.

“Penjemuran tergantung jenis ikan, misal ikan kecil seperti rebon, teri paling setengah hari. Klo ikan agak gede bisa dua hari,” ucap Nendi disela penjemuran, Sabtu (22/7/2023).

Nendi mengaku, dibalik keberkahan musim panas, terselip sulitnya pemasaran produk ikan asin. Ia yang mengandalkan pemasaran lokal hanya dapat menjual sesuai pesanan.

“Masih lokal, gak keluar. Biasanya dari sini nyampe ke Bogor, Cianjur, Sukabumi paling jauh Jakarta. Itupun bila ada pesanan,” kata Nendi.

Nendi yang sudah menggeluti selama empat tahun itu, hanya dapat lima kuintal ikan asin dalam sehari. Ditambah penangkapan ikan minim.

“Saat ini mungkin mendapatkan 5 kwintal, soalnya gak terlalu banyak ikannya. Tapi klo musim ikan, mungkin asin kering dalam 1 hari dapat dua ton,” tuturnya.

Mengenai harga lanjut Nendi, jenis ikan Rebon kisaran harga Rp. 20 ribu sampai Rp 35 ribu per kilo. Sedangkan ikan Teri kisaran Rp 80 sampai Rp90 ribu per kilogram.

“Kalo harga Rebon tergantung kualitas, dari mulai 20 sampai 35 ribu. Kalo ikan teri super dan teri medan mencapai 90 ribu,” timpalnya.

Pengolahan yang masih tradisional itu, Nendi menyebutkan bisa dapat omset puluhan juta dalam sebulan. Hal itu pun tak nentu.

“Omset perbulan tidak nentu, soalnya tergantung ikan. Klo ikan sepi itu sama sekali tidak ada pengahasilan, klo bisa di rata rata perbulan omset mencapai 10 juta,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital
Stok Beras Sukabumi Aman Jelang Idul Adha, Heri Gunawan Pastikan Ketersediaan Cukup
PLN UP3 Sukabumi Sediakan 23 SPKLU di Sukabumi, Pengguna EV Kini Lebih Nyaman
Perumda AMTJM Sukabumi Perluas Akses Air Bersih, Target 3.000 Sambungan Gratis di 2026

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:14 WIB

Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:28 WIB

SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:35 WIB

BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB