JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Aryo Bangun Adinoto melayangkan surat terbuka ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Isi suratnya terkait dengan rencana kucuran dana bagi warga terdampak sampar Covid-19, penyakit menular akibat virus corona.
Melalui akun Facebooknya bernama Kades Tenjolaya Cicurug Sukabumi, Minggu (05/04/2020) menyampaikan, kalau Kang Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, mau memberikan bantuan langsung hanya kepada sebagian masyarakat kecil lebih baik dikaji dulu. Sebab, saat ini masyarakat hampir semua elemen dianggapnya merasakan dampak wabah Covid-19.
“Kalau hanya sebagian kecil yang mendapatkan mendingan tidak usah. Kasihan masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, karena kondisi hari ini semuanya terdampak. Masyarakat yang berpenghasilan tinggi pun hari ini banyak yang tiba-tiba tidak berpenghasilan. Apa lagi masyarakat yang berpenghasilan harian rendah,” ungkap Aryo.
Kekhawatiran Aryo cukup beralasan. Dia mengingatkan, dulu zaman luncuran dari kebijakan kenaikan BBM berupa program bantuan langsung tunai (BLT) ada ekses negatifnya. Terjadi konflik sosial sampai-sampai ada kantor desa yang dibakar.
“Apa lagi sekarang semua terdampak, karena banyak masyarakat yang dirumahkan. Bisnisnya berhenti, jualannya tidak laku, dan sekarang masyarakat mudah sekali mengakses berita yang muncul. Bahkan bantuan belum turun banyak yang sudah menanyakan dan mengaku sangat terdampak virus corona,” paparnya.
Berikut tulisan lengkap surat terbukanya:
Surat terbuka untuk bapak Ridwan Kamil :Bapak gubernur yang terhormat.seandainya kalo bapak mau memberikan bantuan langsung kepada masyarakat desa hanya sebagian kecil..tolong dikaji dulu.dan kalo hanya sebagian kecil yang mendapatkan mendingan tidak usah..kasihan masayarakat yang tidak mendapatkan bantuan.karna kondisi hari ini semuanya terdampak ..masyarakat yang berpenghasilan tinggi pun hari ini banyak yang tiba tiba tidak berpenghasilan..apa lagi masyarakat yang berpenghasilan harian rendah..dulu jaman luncuran pemerintah pusat yang namanya BLT.banyak korbannya..hanya kebijakan kenaikan BBM.dan masyarakat diberi bantuan langsung tunai..terjadi konflik sosial sampai sampai ada kantor desa yang dibakar..apa lagi sekarang semua terdampak karna banyak masyarakat yang dirumahkan.bisnisnya berhenti..jualannya tidak laku..dan sekarang masyarakat mudah sekali meng akses berita yang muncul.bahkan bantuan belum turun banyak yang sudah menanyakan dan mengaku kami sangat terdampak virus corona.contoh yang kami rasakan..masyarakat yang pinjam berbondong bondong kedesa ingin ada kebijakan dari kepala desa untuk membuat kebijakan supaya menghentikan penagihan kepada bank emok yang ada didesa.apa lagi sipatnya bantuan kami yang bersentuhan langsung dengan rakyat kami didesa..bapak gubernur tujuan bapak sangat mulia tapi kalo tidak merata.akan jadi malapetaka..mudah mudahan ada yang menyampaikan ke bapak gubernur..dan menjadi pertimbangan..untuk memberi bantuan langsung kepada masyarakatnya.dibagi rata..kebagian semuanya.walau hanya 50 rb per kk..atau semua diberi sembako yang penting tidak pilah pilah..kami di desa melihat langsung mendengar langsung dari masyarakat.
Reporter: Herwanto
Redaktur: Jon Digos






