JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi apresiasi Gerakan Aksi Deteksi dan Intervensi Stunting di Kabupaten Sukabumi (Gadis Sukabumi).
Program tersebut resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri menjelang akhir 2022 kemarin di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
“Sangat mengapresiasi. Karena intinya gerakan ini lebih menekankan terhadap pencegahan stunting sejak awal kehamilan. Hal itu dilakukan dengan pengecekan kondisi ibu hamil,” kata Agus, Senin (02/01/2023).
Sebab, lanjut dia, peogram ini pun mengawal ketat tahapan kehamilan seorang ibu. Sejak awal kehamilan sudah bisa dilihat dengan mengukur lingkar lengan atas ibu hamil tersebut.
“Nah, bahkan ketika lingkarannya di bawah 23,5 cm, harus langsung diintervensi nutrisinya. Sebab bisa kemungkinan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anaknya beresiko stunting,” kata dia
Masih kata Agus, pendeteksian tersebut, harus dilakukan dari posyandu atau pelayanan kesehatan di tingkat bawah. Sehingga, proses intervensi bisa lebih tepat sasaran.
“Ketika ditemukan yang KEK, baru digempur oleh perangkat daerah dan semua pihak untuk intervensi nutrisinya. Sehingga, ibu hamil itu diberi nutrisi lengkap untuk mencegah anaknya stunting,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












