Dinilai Berdampak Positif, AMWD Dukung Keberadaan SCG

Rabu, 23 Oktober 2019 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Wilayah Dampak (AMWD) menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Sukabumi. Foto/FK Robbi

i

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Wilayah Dampak (AMWD) menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Sukabumi. Foto/FK Robbi

JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal keberadaan PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) yang merupakan rekanan PT Semen Jawa/Semen Ciam Group (SCG) Kabupaten Sukabumi, Aliansi Masyarakat Wilayah Terdampak (AMWD) mendukung.

Mereka menilai keberadaan PT TSS selama ini memberikan nilai dampak positif dalam peningkatan tarap hidup.

Misalnya keberadaan tenaga kerja yang melibatkan warga dan kucuran Coorporate Sosial Responbility (CSR) dalam kesejahteraan dan pembangunan. Massa yang datang merupakan warga yang terdiri dari Kedusunan Leuwidinding, Cijambe, Kadupugur dan Cibanteng. Mereka berasal dari tiga desa, yakni Desa Sukamaju, Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. 

“Kami lebih melihat pada nilai positif, baik dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, beasiswa buat peserta didik, serta bentuk bantuan lainnya yang dibangun oleh pihak perusahaan,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Bambang Rudiansyah.

Tuntutan AMWD sendiri, kata Bambang, mendukung penuh aktivitas PT TSS yang tetap memenuhi hak dan kewajiban sebagai sebuah perusahaan. Di samping itu juga, PT TSS berupaya meningkatkan CSR yang diberikan ke warga. Bambang meminta PT TSS untuk mengklarifikasi secara terbuka terkait isu penerimaan uang CSR ke beberapa tokoh masyarakat.

“Pemberian dana CSR yang diberikan PT TSS, harus dibuka jangan sampai menjadi polemik dan bola liar antar warga, hingga memecah belah masyarakat,” katanya.

Menurut Bambang, yang terakhir soal proses hukum adanya oknum warga yang melakukan tindakan anarkis terhadap perusahaan. Padahal, tindakan oknum warga itu tanpa koordinasi dengan warga lainnya.

“Itu adalah oknum, kami harap aparat berwenang untuk memprosesnya karena merusak citra warga sekitar atau terdampak,” timpal Bambang.

Reporter: FK Robbi
Redaktur: Rustandi

Berita Terkait

Gelar Sosialisasi ATR/BPN di Nyalindung, Heri Gunawan Dorong Percepatan PTSL dan Reforma Agraria
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!
Tawa Anak-anak Pecah saat Boneka Tangan Ajarkan Mitigasi Bencana di Sukabumi 
Perumda AMTJM Tanggapi Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pengadaan Water Meter dan IPA Sesuai Prosedur
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak
Abah Hendrik Teguh Pegang Papakem, Pembangunan Ciptamulya Baru Dimulai Usai Bulan Safar
Warga Ciawitali Nagrak Dihebohkan Kemunculan Monyet Masuk ke Pemukiman
Hergun Gandeng BPBD Bersihkan Selokan Titik Banjir di Kota Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Gelar Sosialisasi ATR/BPN di Nyalindung, Heri Gunawan Dorong Percepatan PTSL dan Reforma Agraria

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Tawa Anak-anak Pecah saat Boneka Tangan Ajarkan Mitigasi Bencana di Sukabumi 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Perumda AMTJM Tanggapi Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pengadaan Water Meter dan IPA Sesuai Prosedur

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Abah Hendrik Teguh Pegang Papakem, Pembangunan Ciptamulya Baru Dimulai Usai Bulan Safar

Berita Terbaru