JURNALSUKABUMI.COM – Kerjasama antara Pemkab Sukabumi dan FAO yang terjalin sejak 2018 dalam proyek I-FISH Food and Agriculture Organization (FAO), khususnya Sidat, bukan tanpa alasan. Sebab perikanan Sidat saat ini banyak menjadi perhatian dunia.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, Selasa (17/1/23).
“Di Kabupaten Sukabumi potensi perikanan sidat sangat potensial untuk di kembangkan. Karena itu keseimbangan lingkungan menjadi faktor yang harus dipertahankan guna keberlanjutan perikanan sidat tersebut,” kata Nunung.
Proyek I-FISH Food and Agriculture Organization (FAO) tambahnya, untuk pengarusutamaan keanekaragaman hayati perairan darat dan pemanfaatan berkelanjutan pada praktik perikanan darat yang bernilai konservasi tinggi.
“Pendekatan yang dilakukan bersama i -Fish FAO diantaranya Penyusunan Perda Pengelolaan perikanan, masterplan sidat, dan Feasibility kawasan pencadangan konservasi di Kabupaten Sukabumi serta peningkatan kapasitas masyarakat demosite BBI Tonjong,” jelasnya.
Melalui kerjasama tersebut kata Nunung, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan sidat untuk pemenuhan gizi, mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut dia mengatakan, terlaksananya implementasi rencana aksi dari masterplan sidat, konservasi, rehabilitasi habitat dan restocking, konservasi kawasan, peningkatan kapasitas SDM, pembudidayaan dan pendataan berkelanjutan.
Terpenting ujarnya, semua sektor dapat berperan aktif dalam penerapan prinsip- prinsip konservasi yang dapat memberikan jaminan bagi keberlanjutan perikanan sidat di Sukabumi.
“Pada tanggal sampai 15 Januari 2023, tim FAO yang terdiri dari Jeff Griffin (GEF FAO), Ageng Heriyanto (Deputy FAO Representative in Indonesia) dan Imron Rosadi (IFish project) melihat benih sidat tangkapan nelayan di Cimarinjung,” terangnya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, bahwa dari hasil Penelitian yang dilakukan proyek IFish sejak 2021 menunjukkan sekitar 40 persen tangkapan ikan air tawar dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga di Kabupaten Sukabumi.
“Untuk menjaga keberlanjutan perlu adanya kebijakan berdasarkan data yang dikumpulkan peneliti dari KKP, akademisi, dan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Selain melakukan kunjungan terkait pengelolaan dan pengembangan Budidaya ikan sidat di Cimarijung, Tim FAO juga turut menghadiri penandatangan Perda Pengelolaan Perikanan dan Keberlanjutan Populasi Sumber Daya Ikan.
Redaktur: Usep Mulyana






