JURNALSUKABUMI.COM – Di Kabupaten Sukabumi terdapat sebuah kampung yang sebagian penduduknya memiliki keterampilan sebagai pengrajin bambu. Salah satunya di Kampung Cisitu, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.
Kendati pekerjaan sebagai pengrajin bambu kian punah, akan tetapi di desa tersebut masih tekun dilakoni bahkan dinilai warisan turun temurun. Hal itu diungkap oleh salah seorang pengrajin, Jajang (70) yang mengaku, meski sudah memasuki usia senja, dirinya tetap menekuni pekerjaan tersebut.
Jajang menceritakan, kemampuannya dalam menghasilkan alat berdaya guna dari bambu didapatkan sejak dia remaja. Keahlian itu juga didapatkan Jajang dari orang tuanya.
“Dari tahun 1975, ya dari orang tua pengrajin, generasi abah mah dari kecil, kakek sama. Jadi dari kecil abah juga orang tua udah bikin, umur 13 tahunan. Rajin saja, sampai tua masih berjalan bikin ini. Sedikit-sedikit juga bisa ada pemasukan,” kata Jajang saat ditemui di rumahnya, Senin (01/01/2023).
Sehari-hari Jajang bekerja sebagai petani, kini keterampilannya jadi pengrajin bambu itu menjadi pemasukan tambahan saja. Kendati begitu, pria 70 tahun itu masih terlihat cekatan saat menganyam tiap lapisan bambu hingga menjadi perkakas rumah tangga seperti nampan bambu.
Dia biasanya membuat kerajinan selama tiga hari, sebelum dijual ke pasar. Dari sebatang bambu itu, bisa dibuat menjadi perkakas seperti nampan bambu, pengki, tempat pasir, kipas bambu atau dalam bahasa sunda disebut hihid, tungku penanak nasi, dan tudung saji.
Selain ramah lingkungan, kata dia, perkakas dari bambu juga mempunyai kekuatan penggunaan selama tiga tahun.
Ketua Dunia Bambu Sukabumi (DBS), Agus Ramdhan mengatakan, sejauh ini di Sukabumi masih ada puluhan pengrajin bambu. Namun, seiring waktu para pengrajin mulai berkurang dan beralih profesi.
“Sebetulnya kalau dikumpulkan dari kota dan kabupaten itu lebih dari 66 karena mereka itu kalo sekarang mereka membuat dan harus terjual dan jadi uang langsung,akhirnya mereka beralih profesi lagi,” kata Agus.
Ia menyebut, Kabupaten Sukabumi memiliki 356 desa dan 5 kelurahan yang menghasilkan tanaman bambu. Namun jumlah tersebut bersifat sporadis atau menyebar, tidak terhampar dalam satu wilayah.
“Kita mengkampanyekan dengan masyarakat dan tokoh-tokoh, kita mendeklarasikan bahwa Sukabumi layak menjadi pusat bambu nasional di antaranya Disdik akan memasukkan seni anyam ke muatan lokal, Disnaker juga akan memasukkan ke dalam agenda kriya bambu selain dari kriya kayu,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan






