Pesan Kang Fahmi Soal Marak Video Gerombolan Bermotor Meresahkan

Senin, 31 Oktober 2022 - 06:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menanggapi beredarnya video aksi gerombolan bermotor yang membuat keributan di media sosial, belum lama ini. Ia pun langsung berkomunikasi dengan Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin.

“Kita prihatin dengan kondisi ini. Insyaallah aparat keamanan selalu bersiap siaga,” kata Kang Fahmi saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Lapang Suryakencana, Kota Sukabumi, Minggu (30/10/2022).

Sebelumnya, pada Jumat (28/10), warganet dihebohkan oleh video aksi gerombolan motor yang diduga anggota geng motor di Jalan Otista dan Nyomplong, Kota Sukabumi.

Lebih lanjut Kang Fahmi menyampaikan, meminta agar warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Terlebih soal video geng motor yang diviralkan kembali. Fahmi sangat menyayangkan dengan beredarnya video tersebut.

“Seharugnya eggak usah kemudian diramaikan atau membuat masyarakat menjadi resah,” ujar dia.

Ia juga menghimbau agar masyarakat membatasi diri untuk keluar pada malam hari. Meski demikian, ia belum mempertimbangkan soal penerapan pembatasan kegiatan jam malam.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin membenarkan terkait peristiwa dugaan geng motor di Jalan RA Kosasih. “Iya betul kejadiannya,” kata Zainal singkat.

Sebelumnya diketahui, pria berinisial CM (20) ditemukan bersimbah darah di Jalan RA Kosasih, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Warga Purbasari itu diduga dianiaya oleh gerombolan geng motor pada dini hari tadi

Kapolsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota Kompol Dedi Suryadi mengatakan tak ada luka senjata tajam di tubuh korban. Namun, kata dia, pihak polisi menemukan luka di beberapa bagian tubuh korban.

“Luka parud di kening dan pipi kanan, memar biru di mata sebelah kanan, tidak ada luka senjata tajam. Diduganya itu kelompok motor, tapi kasusnya masih dalam lidik,” pungkas Dedi.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi CepatĀ 
Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:04 WIB

HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 15:35 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Berita Terbaru