JURNALSUKABUMI.COM – Dualisme DPD KNPI Kota Sukabumi kembali memanas. Kedua ketua, baik kubu Gilang Gusmana maupun Nurul Jaman Hadi alias Haji Aun, sama-sama dilantik.
Terkini, pelantikan dilakukan terhadap Haji Aun di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (27/9/2022). Pelantikan ini disambut aksi unjuk rasa massa DPD KNPI Kota Sukabumi kubu Gilang Gusmana. Gilang sendiri lebih dulu dilantik oleh DPD KNPI Jabar.
“Pertama saya sampaikan dari kemarin juga ada beberapa pihak yang mencoba komunikasi dengan kita bahwa gerakan hari ini adalah gerakan murni dari inisiatif kawan-kawan OKP yang merasa ada penggiringan opini. Entah disengaja atau tidak, seolah-olah pemuda di Kota Sukabumi terpecah-belah,” kata Gilang Gusmana yang dilantik pada 24 September 2022.
Gilang merasa, pihaknya harus menyikapi pelantikan yang diselenggarakan DPD KNPI kubu Haji Aun. Baginya, aksi unjuk rasa tersebut adalah gerakan moral untuk kepentingan pemuda.
“Ini (unjuk rasa,red) adalah suatu kewajiban bagi kami untuk memberikan satu gerakan moral, mengedukasi masyarakat bahwa nyatanya KNPI kota sukabumi tidak terpecah,” tutur Gilang.
Ia pun berharap unjuk rasa tersebut bisa mendapatkan perhatian dan disikapi oleh unsur-unsur terkait. Termasuk Pemda, prmas-okp, dan lainnya.
“Karena mungkin saja gerakan ini tidak selesai di sini. Mungkin saja ada gerakan lain ketika teman OKP di KNPI meminta kami melakukan gerakan, ya tentunya kami harus menyerap aspirasi teman-teman,” pungkasnya.
Sementara itu, Haji Aun menilai legalitas dan opini yang berkembang atas pelantikan sebelumnya (Gilang Gusmana, red), terbantahkan dengan data. Pelantikan Haji Aun sebagai Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi dipimpin oleh Ketua Caretaker DPD KNPI Jawa Barat Hendra Guntara.
“Bersikaplah lebih bijak dan kita upayakan teman-teman pengurus semuanya supaya berpikir lebih bijak lagi dan kita membuka ruang selebar-lebarnya untuk semua elemen pemuda yang ada di Kota sukabumi untuk bergabung dalam KNPI kota sukabumi,” ujar pria yang akrab disapa Haji Aun itu.
Ia pun mengajak kepada semua elemen pemuda di Kota Sukabumi untuk merapatkan barisan dan bisa duduk bersama.
“Udah lah kita tinggalkan narasi-narasi untuk memprovokasi, hayu kita gabung. Kalau sejauh ini akan terlihat kita tidak menutup ruang sedikitpun, rekonsiliasi dari awal kita bangun kita buka. Ya mungkin terlihat masyarakat sendiri yang akan menilai sendiri,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor






