Sarling Jabar, Atalia Praratya Kamil Apresiasi Angka Stunting di Kota Sukabumi Rendah

Jumat, 26 Agustus 2022 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil menghadiri rangkaian kegiatan Siaran Keliling Jawa Barat (Sarling Jabar) di Kota Sukabumi, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan tersebut meliputi kunjungan Ketua PKK Jabar yang akrab disapa Bu Cinta itu ke beberapa lokasi fokus layanan publik, salah satunya di Posyandu Edelweis 10.

Pada momen tersebut Atalia mengapresiasi angka stunting yang rendah di Kota Sukabumi. Meski demikian, dia tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak.

“Ada gap antara data pusat melalui survei masih 24 persen ternyata Sukabumi ini stuntingnya sudah stabil 5,5 persen. Kita tahu bagaimana mempersiapkan masa depan anak-anak kita dimulai bagaimana memantau tumbuh kembang mereka,” tutur Atalia.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih mengungkapkan masih ada 1.150 balita yang mengalami stunting. Angka tersebut jika dipersentasekan mencapai 5,5 persen dari total populasi balita di Kota Sukabumi.

“Kita fokus penanganan kepada 1.150 anak balita kita yang stunting. Lalu kita pilah lagi berdasarkan, dia mengalami kasus ada faktor pendampingnya nggak ya seperti ada sakit kronis atau alat tubuh vital,” kata Rita.

Rita menyebut, penanganan stunting pada balita difokuskan pada keluarga yang memiliki latar sosial ekonomi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi stunting dengan penimbangan berat badan, pemberian vitamin A, dan imunisasi.

Sedangkan capaian bulan imunisasi nasional (BIAN) di Kota Sukabumi sudah mencapai 65 persen dari target 23 ribu balita usia 9-59 bulan. Rita menyebut, masih memiliki peluang di bulan September karena pihaknya diberikan kesempatan untuk melaksanakan sweeping.

“Ada balita yang tidak bisa atau belum mendapatkan imunisasi karena beberapa faktor seperti sedang sakit atau bepergian. Selain itu, ada juga yang sudah pindah kependudukan namun datanya masih tersimpan di Kota Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional
BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Ditunggangi Politik Praktis
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur
Ole Romeny Jadi Pahlawan! Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday
Belum Ada PJU, Pengguna Jembatan Baru Pamuruyan Diminta Waspada
Komisi II DPR RI Dorong Kepastian Nasib PPPK, Heri Gunawan: Jangan Sampai Ada PHK
Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:13 WIB

BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Ditunggangi Politik Praktis

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:31 WIB

Ole Romeny Jadi Pahlawan! Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

Berita Terbaru