Ini Kesaksian Warga saat Melihat Monyet Ekor Panjang di Sukaraja

Kamis, 25 Agustus 2022 - 19:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan monyet masuk permukiman warga di Kampung Pamoyanankaler, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dalam sepekan terakhir. Kawanan primata tersebut merupakan spesies kera ekor panjang berwarna hitam dan abu-abu.

Abah Jejen (70) seorang petani yang terdampak dengan kehadiran gerombolan monyet tersebut juga mengatakan, lahan pertaniannya alami kerugian. Mulai dari pisang, kacang tanah, ubi jalar, hingga jagung yang habis dimakan monyet.

“Kalau itu dimakan, tanaman mah nggak di injekin. Ratusan lah monyetnya juga. Kadang pagi datangnya,” kata Jejen saat ditemui Jurnalsukabumi.com, Kamis (25/8/2022).

Jejen menyebut, monyet itu datang dari hutan Gunung Gede Pangrango di Goalpara. Ia berharap, pihak terkait dapat memberikan solusi agar lahan petani tidak terdampak.

“Ya lah iya resah, petani mah. Nggak bisa tanam-tanamin jagung, ubi jalar, kacang tanah nggak bisa. Itu abis dimakan, digebah-gebah teh atuh ngarajol (diusir monyet itu berlarian),” pungkas dia.

Sementara, Nining (45) warga sekitar menuturkan kesaksiannya saat melihat monyet masuk ke pemukiman rumahnya. Pada Rabu (23/8) kemarin, gerombolan monyet itu bergelantungan di pohon dan berpindah ke atap rumah Nining

“Dari situ (sambil menunjuk pohon) kan di situ ada pisang, alpukat, nangka. Saya sempat lihat gerombolan banyak, biasanya pagi sama sore,” kata Nining.

Nining juga menunjukkan atap gentingnya yang pecah. Meski monyet itu mendekati pemukiman warga, tapi ia bilang tak sampai mencelakai masyarakat.

“Nggak nyerang. Nyampe ke rumah, naik genting. Kalau di sini sudah dua tahun, tapi minggu kemarin lebih sering,” ungkapnya.

Ia pun mengaku resah saat kawanan kera itu sering turun ke pemukiman. Dia juga sudah melaporkan kejadian itu ke pihak desa.

“Resah ya, sudah ke pihak desa lapor. Harapannya ya gimana caranya biar nggak turun soalnya takut,” tandas dia.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Berita Terbaru