JURNALSUKABUMI.COM – Suasana di Lapangan Cijapar, Desa Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, riuh rendah oleh ratusan warga yang membludak menyaksikan lomba panjat pinang.
Lomba panjat pinang kali ini lebih spektakuler karena ada 77 batang pinang atau bambu berdiri tegak di tengah lapangan. Di puncak masing-masing batang pinang, bergantungan puluhan hadiah menarik bagi tim yang berhasil naik hingga ujung.
Tim panjat pinang dengan kompak mengatur strategi untuk mencapai puncak. Sambil bertelanjang dada, tim panjat pinang mengerahkan kekuatan tubuhnya untuk saling menopang satu sama lain.
Teriakan, tawa dan sorak sorai warga terdengar riuh saat peserta yang berusaha menaklukkan pinang melorot dan jatuh tumpang tindih. Tak jarang celana peserta melorot karena ditarik peserta lain untuk menjangkau puncak. Sehingga para penonton yang menyaksikan atraksi bersorak kegirangan.
Diketahui, perlombaan yang di inisiasi pemerintah Desa itu, sengaja dilakukan setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk meramaikan kemerdekaan ke 77.
“Ini kegiatan yang terus di lakukan setiap tahunnya, kali ini 77 tiang bambu karena sesuai tahun kemerdekaan yang ke 77,” ujar Subaeta Kepala Desa Gunungkaramat, Minggu (21/8/2022).
Menurut ia, lomba panjat pinang kerap menjadi bagian tak terpisahkan di tengah perayaan HUT Republik Indonesia. Sebatang pohon pinang atau bambu yang tinggi diatas empat meter dipasang tengah lapang.
“Kegiatan ini diikuti berbagai kelompok usia, dari mulai anak anak hingga dewasa, bahkan ibu ibu pun ikut serta dalam perlombaan ini,” terangnya.
Meriahnya perlombaan ini kata Subaeta tak lepas dari gotong royong warga sekitar, sehingga pelaksanaan ini dapat berjalan lancar dan bisa berlangsung selama tujuh hari.
“Panjat pinang ini bisa dibilang puncak rangkaian hari kemerdekaan karena sebelumnya pun berbagai kegiatan dilakukan dari mulai upacara, karnaval hingga perlombaan,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












