Diskan Kabupaten Sukabumi Lakukan Surveilans Hama Penyakit

Selasa, 26 Juli 2022 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas perikanan Kabupaten Sukabumi melakukan surveileans hama penyakit ikan dan kunjungan ke pembudidaya ikan super intensif di beberapa kecamatan di wilayahnya tugasnya.

Dalam kunjungan kerja bersama Bapelitbangda tersebut dengan maksud mencegah dan mengendalikan hama penyakit ikan melalui penerapan biosecurity dan manajemen kualitas air dan lingkungan secara periodik.

“Kami mendatangi beberapa tempat seperti Pokdakan Berkah Koi Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Alam Fish Farm, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi,” ujar Nunung Nurhayati Kadis DKP Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/7/2022).

Tidak hanya itu, ia pun mengidentifikasi pembudidaya ikan champion sebagai calon pembudidaya ikan milenial di Kabupaten Sukabumi dan menguji kandungan nutrisi pakan ikan mandiri.

“Kami dari pemerintah Daerah akan terus memantau dan menanggulangi penyebaran hama penyakit yang menyerang pembudidayaan ikan di sukabumi,” tuturnya.

Dari hasil pantauan, lanjut ia, ikan lele yang dibudidayakan di lokasi tersebut diindikasikan terserang penyakit Aeromonas yang disebabkan oleh infeksi bakteri Aeromonas Punctata dan dikuti oleh serangan jamur saprolegnia sp.

“Serangan penyakit tersebut salah
satunya diduga disebabkan kualitas air kolam yang menurun, kadar oksigen rendah, perubahan suhu air yang ekstrim serta kandungan bahan organic di periaran yang cukup tinggi,” terangnya.

Tidak cukup disitu, berdasarkan pengukuran di lapangan, kandungan oksigen di kolam tersebut berada pada kisaran minimal yaitu 4 ppm, sedangkan untuk PH ; 9 dan Nitrat ; 10. Nilai PH tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan nilai PH yang dipersyaratkan yaitu antara 7 – 8, sementara untuk nitrat meskipun cukup tinggi tapi masih dalam ambang batas yang diperkenankan, tingginya nilai nitrat ini menandakan bahwa perairan banyak mengandung bahan organik.

“Hal lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap kualitas air di kolam adalah masuknya air dari saluran air masuk yang berwarna hitam dan agak berbau. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, disarankan kepada pembudidaya ikan untuk sementara menutup aliran air yang masuk ke kolam,” paparnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Berita Terbaru