Cegah PMK, Disnak Kab Sukabumi Lakukan Pencegahan Dini Terhadap Hewan Ternak

Jumat, 20 Mei 2022 - 13:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setelah kemunculan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur pada 12 April 2022, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi sigap lakukan upaya pencegahan dini.

Salah satunya, melakukan pembatasan lalu lintas seluruh hewan ternak yang masuk maupun keluar Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan aman dan bebas dari wabah penyakit tersebut.

“Disnak lakukan pencegahan, pengawasan di titik titik masuk, seperti Sukalarang, kemudian Benda, kemudian Cidadap, karena itu titik masuk ternak di kabupaten Sukabumi,” ujar Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina kepada wartawan, Jumat (20/5/22).

Menurut ia, adanya wabah PMK menjadi ancaman bagi peternak di Kabupaten Sukabumi. Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko secara dini serta meminimalisir kerugian ekonomi peternak, maka Disnak menginstruksikan kepada seluruh petugas kesehatan hewan agar meningkatkan tindakan dan upaya teknis pelayanan kesehatan hewan secara nyata dan efektif.

“Kita melakukan survei baik aktif maupun pasif, dari seluruh UPTD ini bergerak ke titik ternak maupun pelaku usaha peternakan, kemudian kami menerima laporan dari masyarakat sehingga ini lah yang paling cepat kami lakukan,” terangnya.

Namun kata ia, sebagian daging ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku masih bisa dikonsumsi. Hanya beberapa bagian saja seperti organ dalam atau jeroan dan bagian mulut seperti bibir dan lidah yang tidak bisa dikonsumsi.

“Nah untuk daging dan susu aman di konsumsi masyarakat, asal dengan pemasakan, pemanasan yang sesuai minimal diatas 70 derajat celcius, virus itu pasti mati,” tuturnya.

Diketahui, penyakit PMK ini masuk ke indonesia sejak 12 April lalu, dari mulai provinsi Jawa Timur, namun wabah itu dalam waktu dekat sudah menyerang ke 15 provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi CepatĀ 
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 September 2026 - 18:07 WIB

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 September 2026 - 10:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Selasa, 29 September 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB