JURNALSUKABUMI.COM – Sekretaris Umum MUI, KH Ujang Hamdun, memberikan kesaksian yang mencengangkan tentang keseharian Ketum MUI, KH A Oman Komarudin semasa hidupnya. Salah satunya adalah kebiasaan almarhum dalam menjaga ibadah shaum.
“Selama tujuh tahun saya mendampingi beliau, cuma dua kali saya melihat almarhum makan siang. Selebihnya beliau puasa sepanjang waktu,” kata Kiai Uha kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (5/1/22).
Disamping itu, almarhum dikenal orang yang disiplin dan konsen dalam menegakkan bidang keagamaan di Kabupaten Sukabumi.
“Almarhum selalu mengajarkan akhlak bagaimana menghormati guru, kiai dan ulama. Mampu memberikan contoh kepada umat, baik kalangan tua dan generasi muda. Selalu menghargai orang lain, menjujung tinggi perbedaan, keberagaman, sangat berprinsip dalam meneguhkan kemandirian dan kemajuan agama,” ujarnya.
Diakuinya,.selama dipimpin almarhum, MUI semakin maju, solid dan hebat. Eksistensinya yang sangat besar terhadap pengurus, staf dan jajarannya. Sebelum kiai kharismatik menghadap ilahi lanjut dia, sempat menyampaikan pesan terakhirnya agar Kantor MUI segera dibangun dan perhatikan MUI Kecamatan.
Riwayat pendidikan almarhum, menamatkan SLTP dan SLTA di Al-Masthuriyah. Kemudian melanjutka ke PTN (S.1) IAIN Bandung, Riyadh, Yaman, dan tempat lain di Timur Tengah.
Almarhum sempat mengenyam pendidika S-2 dan S-3 di UIN Bandung.
Sementara pendidikan non formal, kiai berpenampilan santai dan kharismatik itu pernah mondok di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Pon-Pes KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jawa Timur, Pon-Pes Lirboyo dan Pon-Pes Ciharashas Cianjur.
Selama hidup, Kiai Oman aktif dibeberapa organisasi yakni Masyayikh Pon-Pes Al-Masthuriyah, Dosen STAI Al-Masthuriyah, Pendiri Yayasan Al-Mumtaz Cikidang Kabuoaten Sukabumi,.Wakil Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi dan terakhir Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi.
Redaktur: Usep Mulyana






