Kementerian PPPA RI Gelar Advokasi Pencegahan TPPO, Ini Kata Sekda Sukabumi 

Kamis, 16 Desember 2021 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar sosialisasi tentang advokasi pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hotel Anugerah Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (16/12/2021).

Perencana Ahli Madya pada Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan TPPO Kementerian PPA RI, Aresi Armynuksmono, mengapresiasi kehadiran para peserta dalam acara ini.

Ia menyebutkan, peserta dari berbagai unsur itu meliputi Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, LSM/NGO, perwakilan dari Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, Purna PMI, dan anggota Community Watch.

“Tujuannya, upaya pencegahan dan penanganan TPPO, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Ini menjadi langkah yang sangat penting, karena diperlukan sinergi dan kerja sama yang erat dari lintas sektor,” ujar Aresi.

Lanjut dia, diketahui bersama, bahwa Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi, merupakan penyumbang PMI cukup besar di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tahun 2020.

“Jawa Barat merupakan provinsi ketiga sebagai sending Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Indonesia, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” paparnya.

Lanjut Aresi, sedangkan Kabupaten Sukabumi sendiri menempati urutan keenam dari 27 kabupaten/ kota, sebagai kabupaten pengirim PMI terbesar di Provinsi Jawa Barat. PMI memiliki kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia, yaitu dengan remitansi yang dikirimkan ke Indonesia.

“Namun demikian, berbicara tentang isu PMI yang merupakan bagian dari isu ketenagakerjaan, maka akan sangat beririsan dengan isu TPPO. Sehinga, banyak orang yang akhirnya menjadi korban dengan diawali adanya iming-iming pekerjaan,” terangnya.

Masih kata Aries, PMI mengalami banyak kerentanan, mulai dari proses rekruitmen hingga saat bekerja. Kerentanan proses rekruitmen meliputi adanya kemungkinan penipuan yang dilakukan oleh calo. Dampaknya, ada pemalsuan dokumen. Apalagi, PMI diberangkatkan secara non prosedural.

“Nah, sedangkan kerentanan saat bekerja yang dialami oleh PMI, terhimpun dari berbagai jenis kekerasan yang dilakukan oleh majikan. Seperti, adanya trauma, cacat fisik, bahkan kematian,” sambungnya.

Oleh karena itu, selain upaya mendorong migrasi aman, pemberian pelatihan keterampilan juga menjadi hal yang tidak kalah penting sebagai upaya pencegahan TPPO. Melalui kegiatan pemberdayaan harapannya, mereka dapat berdaya di kampung halaman tanpa harus pergi ke luar negeri.

“Saya sangat mengapresiasi berbagai upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh SBMI Kabupaten Sukabumi dalam rangka memberdayakan purna PMI,” timpalnya.

Sehingga kata dia, mereka tidak perlu kembali lagi ke luar negeri. Purn PMI dapat berdaya di kampung halamannya yang kemudian dapat meningkatkan roda ekonomi di daerahnya. Tentu harapannya kegiatan ini dapat diteruskan dan dikembangkan sehingga semakin banyak warga yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa harus pergi ke luar negeri.

“Kita semua tahu bahwa meskipun ada banyak dampak positif dari menjadi PMI. Namun, kita juga harus akui bersama bahwa menjadi PMI juga menimbulkan banyak risiko hingga keluarganya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan, sosialisasi tentang advokasi TPPO bagi para purm PMI di Kabupaten Sukabumi salah satu tujuannya untuk menurunkan minat kerja ke luar negeri.

“Kabupaten Sukabumi angkanya bertambah banyak, data yang tercatat dalam laporan hingga Desember 2021 berjumlah bertambah 32 orang,” sambungnya.

Dengan adanya kegiatan ini, angka PMI di Kabupaten Sukabumi dapat menurun. Sehingga, tidak adalagi yang berangkat ke luar, tapi bisa memenuhi mencari nafkah di daerahnya.

“Termasuk kita akan terus pantau terkait adanya PT penyalur tenaga kerja Indonesia yang nakal. Kita tidak akan segan-segan meninndak tegas,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Unsur Muspika Kecamatan, DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan
Hari Ketiga Pencarian Tobi Efendi, Tim Gabungan Perluas Penyisiran hingga 9 Nautical Mil
Peduli Gizi Anak Bangsa, Aliansi Masyarakat Bakal Gelar Aksi Damai di Lapang Merdeka Sukabumi
Truk Box Tertabrak KA Pangrango di Cibadak, Satu Pemotor Tewas
Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri, Remaja Sukabumi Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang
SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:11 WIB

Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:44 WIB

Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:33 WIB

Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Senin, 22 Juni 2026 - 12:25 WIB

Hari Ketiga Pencarian Tobi Efendi, Tim Gabungan Perluas Penyisiran hingga 9 Nautical Mil

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:44 WIB

Peduli Gizi Anak Bangsa, Aliansi Masyarakat Bakal Gelar Aksi Damai di Lapang Merdeka Sukabumi

Berita Terbaru