JURNALSUKABUMI.COM – Program Bulog Peduli Gizi yang di lakukan Perum Bulog pusat terus digencarkan untuk menanggulangi stunting di Indonesia. Seperti halnya yang dilaksanakan di Desa Kertajaya dan Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/10/2021).
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto mengatakan, program tersebut bertujuan memerangi adanya stunting agar setiap pertumbuhan balita tidak berada pada Bawah Garis Merah (BGM) atau hasil penimbangan berat badan balita yang dititikkan atau dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS).
“Pada hari ini Bulog melakukan kegiatan Bulog peduli gizi. Disini kita melihat tim dari kami sudah survei beberapa lokasi karena kita lihat di sini memang angka yang di bawah garis merah atau biasa kita kenal dengan stanting itu masih cukup tinggi,” kata Dirut SCPP, M Suyamto kepada wartawan.
Suyamto menjelaskan, setelah mendengar adanya laporan BGM tinggi, perum bulog melalui Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan 3.328 paket pangan sehat terdiri dari Beras Fortivit dan Sarden.
“Kalau tadi khusus untuk program itu tadi 3.238 itu untuk di wilayah sini saja, nanti kita juga ada program-program lain kita sedang survei di daerah NTT dan di daerah Jawa Timur. Jadi ada 3000 sekian paket masing-masing paket itu terdiri dari 1 kilo beras fortivit dan ada sarden,” jelasnya.
Program inipun lanjut Dirut, tidak hanya sekali ini saja namun berkelanjutan hingga tiga bulan, sehingga balita mendapatkan penambahan gizi dan pertumbuhan balita BGM dari beras tersebut.
“Jadi ini kegiatan yang tidak hanya sekali kita datang, tapi nanti kita berikan asupan gizinya itu selama 3 bulan, nanti akan kita pantau perkembangannya jadi kita tidak datang sekali ada kegiatan dalam rangka CSR-nya BUMN tapi ini CSR yang berkelanjutan,” terangnya.
Selain pemberian bantuan, Perum Bulog juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan mengenai stanting bagi masyarakat sekitar.
“Pertama adalah ada penyuluhan pemahaman terkait dengan pentingnya gizi, yang kedua kita buka pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang ketiga pemberian paket agar masyarakat semakin sehat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kertajaya Asep yusnandar menjelaskan, untuk wilayah Desa Kertajaya mengenai stanting persentase nya tidak terlalu signifikan, namun pihak Perum Bulog sebelumnya sempat datang dan bertanya kepada bidan maupun kader mengenai jumlah stunting terbanyak, hingga akhirnya memberikan beras gizi dan lainya untuk meningkatkan kesehatan balita.
“Sebetulnya klo liat persentase memang baru terindikasi, jadi belum di nyatakan bahwa gizi buruk berapa? stanting berapa? itu belum karena disana dua yang tercatat. Dari tahun lalu 2019, 2020 hingga sekarang semakin menurun sebetulnya, diperkirakan tahun 2019 itu ada 5 yang dikatakan terindikasi 2020 bertahan disitu, tapi sekarang sudah ada penurunan. Sehinga dikisaran dua yang masuk kategori itu dari sekian ribuan balita,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Kapala desapun berterimakasih atas bantuan dari perum Bulog pusat yang sudah memberikan bantuan beserta ilmu mengenai stunting. “Sangat terimakasih yang telah dilakukan bulog, sangat merasa terbantu nanti pun ada sosialisasi kepada ibu kader supaya bisa menyampaikan kepada para ibu balita untuk penanganan balita agar tumbuh sehat dan bagus,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan






