JURNALSUKABUMI.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Tawassul Akbar dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 di Gedung Islamic Center, Jumat (23/10/21).
Acara diawali dengan mengumandangkan puja dan puji kepada Allah SWT dan salawat atas Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan Tawaasul di pimpin oleh Hj. Imas Siti Sarah.
Acara diikuiti oleh lebih kurang 100 orang jamaah. Bertindak sebagai penceramah Ustadz Muhammad Sopian Anshori atau akrab dipanggil Ustadz Golok.
“HSN merupakan angin segar untuk mendidik dan membina anak-anak santri dan eksistensinya secara nasional maupun internasional,” kata Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin, kepada jurnalsukabumi.com.
Di HSN tahun ini, para santri bersuka cita. Mereka mengenakan kain atau sarung sebagai ciri khas santri. Dengan peringatan HSN kata dia, menunjukkan kepada rakyat Indonesia maupun dunia internasional, bahwa keagamaan di Indonesia sangat kuat.
Lanjut Kiai Oman, memperingati hari santri punya keistimewaan dibanding hari besar lainnya yaitu sarungan. Lahirnya Perpres Nomor 22 Tahun 2021, akan sulit terwujud tanpa ada keberpihakan (good Will) pemerintah terhadap pesantren.
Dimana, pesantren sebagai wadah dalam membina, mengurus dan menata generasi islami yang nyata.
“Manfaat pesantren sudah sangat dirasakan. Selain membentengi pondasi keislamanan yang kuat. Dan alhamdulilah, ada 223 pesantren yang ada di bawah binaan MUI yang terus kami dorong melalui bantuan pemerintah,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












