Hendak Tawuran, Seorang Pelajar SMK di Sukaraja Tewas Akibat Luka Bacok

Kamis, 12 Agustus 2021 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pelajar berinisial ASP (16) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali dikabarkan tewas hendak tawuran di Kawasan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/08/2021).

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, korban tewas akibat luka bacok di bagian dahi dan tangan kanannya oleh Senjata Tajam (Sajam) jenis cerulit oleh lima pelajar SMK asal Kecamatan Sukalarang.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sukabumi Kota, Ipda Astuti mengungkapkan, meninggalnya korban di Rumah Sakit Umum Hermina Sukabumi Subuh dini hari.

Peristiwa itu berawal, dari penuturan saksi MRM yang merupakan teman korban. Sekira pukul 15.00 WIB Senin (09/08/2021) kemarin, korban pergi menggunakan sepeda motor dengan membonceng temannya MRM yang rencananya akan bertemu dengan 6 pelajar SMK asal Sukalarang.

“MRM disuruh korban untuk menunggu sepeda motornya sedangkan ASP menemui pelajar SMK yang sebelumnya sudah janjian dengan keenam orang tersebut untuk melakukan tawuran antar SMK,” ungkap Ipda Astuti dalam rilis Polres Sukabumi, Kamis (12/08/2021).

Masih kata dia, saat itu ASP tiba-tiba ditendang oleh pelajar berinisial (I) hingga korban pun terjatuh. Lalu, ASP pun langsung dibacok membabibuta.

“Pelaku pembacokan korban di bagian Dahi oleh (JPK), bagian tangan oleh (Y) dan (N). Lalu para pelaku pergi meninggalkan korban yang sudah terkapar bersimpuh darah,” ungkapnya.

Sambung Ipda Astuti, setelah melakukan penyelidikan, para pelaku terduga JPK dan keempat lainnya sudah berhasil ditangkap dan diamankan oleh Aparat Polsek Sukaraja.

“Dari keterangan Rumah Sakit Umum Hermina Sukabumi, korban datang pada Senin (09/08/2021) sekira pukul 19.00 WIB. Namun sempat mengaku menjadi korban kecelakaan. Saat itu pun langsung dioperasi dan tindakan lain, tetapi tidak bertahan. Kamis dini hari, ia meninggal dan dipulangkan ke rumahnya,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:18 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB