JURNALSUKABUMI.COM – Musibah longsor di Kampung Awi Lega RT 03 RW 08, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam bagi Didi (45). Didi adalah saksi mata musibah yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang luka-luka tersebut.
“Saya mendengar suara gemuruh yang cukup kencang. Sangat kencang,” kata Didi kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (2/5/2021).
Didi yang saat itu berada di dalam rumah, langsung keluar rumah mendekati lokasi longsoran. Ia melihat rumah ayahnya yang tergerus longsor.
“Disitu saya dengar suara minta tolong dari ibu saya. Ibu juga bilang bahwa di dalam ada Atik dan Holik,” tutur Didi.
Masih dikatakannya, longsor susulan pun berkali-kali terjadi namun dirinya tetap bertahan meski ada sebagian warga yang lari untuk menghindar. Karena menimpah keluarganya, Didi tetap bertahan untuk membantu Atik yang berada di pintu keluar dengan posisi terjepit bebatuan dan kusen pintu dengan keadaan sedang meluk sodara Holik yang juga terjepit.
“Setelah korban bernama Atik dan Holik ditemukan dengan keadaan terjepit kusen pintu dan bata hebel, longsoran susulan terus terjadi hingga akhirnya saya kesulitan, beruntung sodari Atik masih bisa bertahan hingga akhrinya bisa terevakuasi,” ungkap didi kepada wartawan dirumahnya.
Informasi didapat, hingga saat ini sejumlah relawan dan unsur TNI, Polri serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sedang berupaya mengevakuasi material longsor dan barang berharga milik korban yang masih tersisa.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor






