JURNALSUKABUMI.COM – Petani di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akhir-akhir ini dihebohkan dengan serbuan segerombolan babi hutan di lahan tani garapannya.
Akibatnya, sejumlah ladang yang ditanami singkong milik warga seperti di Kampung Purwasari RT. 03/01 Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug yang tak jauh dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) itu rusak.
Warga menduga kerusakan tersebut diakibatkan ulah segerombolan babi yang biasa ke luar dari hutan lantaran sumber makanan menipis.
“Sudah seminggu ini masyarakat mengeluhkan dengan adanya babi hutan masuk ke wilayah pertanian,” kata Rian Feriandi, Ketua RT.03 kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (27/01/21).
Serbuan itu lanjut ia, jarang ditemui di lahan perkebunannya karena sebenernya jarak dari taman nasional itu cukup jauh dan melewati perkampungan yang berada di desa sebelah yakni Desa Wangunjaya, yang waktu itu ramai dibicarakan adanya pemburu yang hilang.
“Babi yang ditemui warga ada sekitar 4 sampai 5 ekor, awalnya ada bekas jejak kaki, dan tidak berpikir adanya babi karena posisinya itu jauh dari hutan,” jelasnya.
Untuk menekan kerugian, Rian sapaan akrabnya Dado itu mengatakan, sebagian petani akhirnya memilih memanen kebunnya lebih awal. Meski tanaman belum cukup umur untuk dipanen. “Berharap kepada seluruh masyarakat atau relawan agar bisa membantu memburu satwa itu,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












