Syekh Ali Jaber: Bangga Jadi WNI, Toleran, Tak Gegabah Tuding Bid’ah

Kamis, 14 Januari 2021 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kamis 14 Januari 2021. Umat muslim di Indonesia, bahkan dunia, kehilangan seorang pendakwah kharismatik yang toleran. Dia adalah Syekh Ali Jaber, pendakwah asal Madinah yang sudah lebih dari 12 tahun aktif berdakwah di Indonesia.

Syekh Ali pertama kali berdakwah di tanah air pada 2008. Sebelumnya, pendakwah kelahiran Madinah 3 Februari 1976 ini belajar agama dari sang ayah serta sejumlah ulama ternama di Arab Saudi.

Kompas menulis Syekh Ali sudah mampu menghapal 30 juz Alquran di usia 10 tahun. Bahkan Ia sudah dipercaya untuk menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah saat usianya 13 tahun.

Masih di tahun 2008, Syekh Ali menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari pernikahannya tersebut, Ia dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan.

Syeikh Ali dianugerahi kewarganegaraan Indonesia pada 2012 pada massa pemerintahan dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat itu, sosoknya sering muncul di televisi hingga menjadi juri salah satu acara kontes hafidz anak di salah satu stasiun tv swasta.

Syeikh Ali pernah mengungkapkan kebanggaannya menjadi WNI dalam postingan akun instagramnya Januari 2020 lalu. Saat itu, Ia dan keluarga mendapatkan passport hijau.

“Masyaallah Barakallah… Alhamdulillah. Menjadi sebuah kebahagian dan kebanggaan bagi kami beserta keluarga saat pengajuan menjadi Warga Negara Indonesia telah diterima,” tulisnya di akun instagram @syekh.alijaber.

“Saat ini passport sudah ditangan kami. Itu pertanda sah kami jadi WNI. Mohon bimbingannya dari jamaah sekalian supaya kami menjadi warga negara Indonesia yang baik dan bisa berkontribusi bagi agama bangsa dan negara. Aamiin. I love you INDONESIA,” kata Syeik Ali.

Sebagai ulama yang berasal dari Arab Saudi, negara yang kental dengan aliran Wahabi atau Islam Murni, Syekh Ali sangat toleran.

Kantor Berita Antara menuliskan bahwa Syekh Ali sangat menghargai sejumlah ritual keagamaan umat Muslim di Indonesia.

Salah satu contohnya terkait umat Islam di Indonesia yang mempraktikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia menghargai hal itu.

Syekh Ali juga tak mau gegabah menuding seseorang atau kelompok muslim telah melakukan bid’ah atau amalam yang tidak dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dala sebuah ceramah, Syek Ali pernah mengatakan penilaian itu seharusnya tidak disampaikan secara sembarangan.

“Antum dari ujung kepala sampai rambut bid’ah karena tidak ada di zaman nabi,” kalimat sindiran Syekh Ali soal ungkapan bid’ah dilansir dari Antara.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Pelepasan 62 Calon Jemaah Haji Kloter 13
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
Hergun Tegaskan Belum Ada Pembahasan Revisi UU Pemilu 
APPMBGI National Summit 2026, DPD Sukabumi: Kolaborasi Menuju Generasi Cerdas dan Sehat
Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2
Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:23 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Pelepasan 62 Calon Jemaah Haji Kloter 13

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:31 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:06 WIB

Hergun Tegaskan Belum Ada Pembahasan Revisi UU Pemilu 

Minggu, 26 April 2026 - 09:35 WIB

APPMBGI National Summit 2026, DPD Sukabumi: Kolaborasi Menuju Generasi Cerdas dan Sehat

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB