Korban Kebakaran Kabandungan Hidup Nestapa di Tempat Penampungan

Selasa, 29 Desember 2020 - 15:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Korban kebakaran di Kampung Cimanggu, Desa / Kecamatan Kabundungan, Kabupaten Sukabumi, Senin (28/12/20) lalu, ditampung sementara di dalam kompleks Ponpes Al Husnayain.

Sebanyak 4 kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Mereka terpaksa harus menempati salah satu ruangan di dalam kompleks pondok pesantren dengan fasilitas seadanya.

Mereka harus berbagi tempat dari mulai tempat tidur, alat memasak dan kebutuhan MCK. Untuk memenuhi kebutuhan pokok para korban, Dinas Sosial dan warga setempat sudah menyalurkan bantuan berupa kasur lipat dan bahan makanan.

“Alhamdulillah, saat ini di posko penampungan baru ada 5 buah kasur lipat, beras dan mie instan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bertambah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan korban selama dalam penampungan,” kata seorang tokmas setempat, E. Kosasih lewat saluran telepon kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (29/12/20).

Saat ini dia dan warga tengah menghitung nilai kerugian yang diderita korban. Dalam peristiwa itu 4 bangunan yang terdiri dari rumah, warung dan bengkel serta kios bensin eceran milik Abas, Kokom, Entih dan H Yacob hanggus dilalap si jago merah. Bahkan salah seorang korban atas nama Abas mengalami luka bakar di tangan dan kakinya.

“Kami melakukan rapat dengan warga untuk menghitung jumlah harta benda korban yang habis terbakar dan telah menjadi abu. Terpenting saat ini, bagaimana caranya para korban ini bisa kembali menempati kembali tempat tinggal mereka. Kami berharap, pihak terkait secepatnya membangun tempat tinggal yang baru,”ujarnya.

Sementara itu, salah seorang korban, Abas mengaku masih mengalami trauma psikis atas kejadian tersebut. ” Saya saat ini, belum bisa beraktifitas normal karena kaki dan tangan saya masih sakit-sakit. Semoga musibah ini cepat berlalu dan kami bisa kembali memulai hidup baru, ” tuturnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Berita Terbaru