Ketika Pesantren dalam Dekapan Investor

Senin, 21 Desember 2020 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md
(Praktisi Pendidikan)

JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah kondisi pandemi yang berdampak terhadap ekonomi, pemerintah Jawa Barat kebanjiran investor dan ini dimanfaatkan untuk memperbaiki ekonomi rakyat. Investor masuk untuk mengisi berbagai sektor, mulai dari sektor kesehatan, pariwisata, pendidikan Vokasi termasuk pendidikan di dunia pesantren yang notabenenya pusat pendidikan keagamaan tapi kini akan dipacu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan “pesantren menyimpan potensi yang besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan pesantren dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat”. Dalam temu bisnis dan pameran virtual pesantren, pesantren anggota OPOP (One Pesantren One Product) dipertemukan dengan mitra, investor sehingga mendapatkan tambahan modal hingga tembus 21 M (Opop. Jabarprov.go.id)

Pesantren yang tergabung ke dalam acara OPOP sebanyak 500 pondok pesantren. Setiap pondok pesantren unjuk kebolehan memamerkan produknya. Adapun 3 pondok Pontren (Pondok Pesantren) yang terbaik prodaknya adalah Pontren Miftahul Falah Kabupaten Karawang (beras), Pontren Jalalen Garut (produk peralatan edukasi pendidikan) dan Pesantren Al Isytirok Kabupaten Sukabumi (pembenihan ikan lele) 3 Pontren tersebut akan mendapatkan bantuan modal masing-masing sebesar 400 juta.

Benarkah bantuan tersebut bisa menggerakan ekonomi rakyat, atau justru hanya akan memudahkan investor untuk “bermain” di pesantren?

Dalam sistem kapitalis yang berasaskan sekuler yaitu memisahkan aturan agama dari kehidupan akan tercermin dalam setiap aktivitasnya. Dengan kebebasannya akan melakukan apapun sesuai keinginan penguasanya. Begitupun ketika pesantren sudah mulai disusupi dengan berbagai investor asing.

Para investor yang menanamkan modalnya pasti akan meminta keuntungan. Program ini, alih-alih memajukan pesantren dan masyarakat sekitar justru malah mengkapitalisasi pesantren sebagai alat keruk bagi para korporat. Pontren bukan lagi pusat pendidikan agama yang melahirkan generasi-generasi faqih fiddin (paham agama Islam yang kaffah) yang sangat dekat dengan al Qur’an dan Hadits, penjaga Islam yang terpercaya, ulama yang mampu menjadi cahaya di tengah kegelapan, dan ulama yang terdepan dalam melawan kedzaliman (amar makruf nahi munkar).

Tapi kini akan tergerus oleh paham kapitalisme dengan program pemberdayaan ekonomi tersebut pesantren jadi tersibukan untuk mencetak santri menjadi entrepreneur demi mewujudkan kemandirian ekonomi umat.

Jika Visi perjuangan pesantren telah bergeser maka sangat membahayakan eksistensi pesantren sebagai tempat memahami Islam Kaffah dan akan langka ulama, da’i/da’iyah yang lantang mengoreksi kedzaliman dan teguh memperjuangkan kebenaran (Islam kaaffah). Padahal kita bisa lihat bagaimana peran ulama / santri hasil didikan pesantren sebelum kemerdekaan, dari pesantren lahir pejuang-pejuang tangguh dengan semangat jihad mampu mengusir penjajah.

Jika pesantren justru sibuk dengan program-program arahan penjajah, lalu siapa yang akan mengusir penjajahnya?

Ingatlah, Pesantren bukan alat rezim jahat yang ingin melanggengkan kekuasaannya, maka suara ulama dan santri harus nyaring dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Sudah saatnya visi perjuangan pesantren fokus pada menghilangkan kedzaliman dan menghapus penjajahan dengan memperjuangkan syariah kaffah dan khilafah. Suara lantang dari ulama dan santri sangat diharapkan dan dinanti-nanti oleh Umat guna menyongsong kemenangan Islam.

Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan para ulama di bumi adalah seperti bintang-bintang di langit yang bisa dijadikan petunjuk dalam kegelapan di daratan maupun di lautan.” (HR Ahmad).

Sungguh ulama waratsatul anbiya’ akan hebat lahir dari pesantren yang fokus dengan visi perjuangan yang sesungguhnya.

Wallahu a’lam bishawab.

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam